Monday, 18 December 2017

Sergap Penyelundup, Kapal Patroli Diserang Lemparan Petasan

Minggu, 13 Agustus 2017 — 20:40 WIB
Ilustasi. (ist)

Ilustasi. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Kapal patroli Bea dan Cukai BC15031 diserang mercon/petasan, kembang api dan obor oleh sekelompok penyelundup pakaian bekas saat berpatroli di Perairan Asahan, Sumatera Utara.

Kapal Satuan Tugas Patroli Keamanan Laut (Satgas Patla) Teluk Nibung itu diserang Sabtu (12/8/2917) pukul 02:30 saat akan menyergap kapal yang diduga membawa barang selundupan dari Malaysia.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Sumut, Rizal mengatakan saat itu kapal tengah melakukan patroli bersama dua kapal Bea dan Cukai lainnya mendapat informasi ada pengiriman barang ilegal dalam jumlah besar dari Malaysia ke Indonesia.

Setelah mencari keberadaan kapal yang dicurigai tersebut, selanjut kapal patroli BC 15031 mendapati iring-iringan kapal berjumlah 7 kapal yang bergerak mencurigakan tanpa lampu dan begerak dari arah Tanjung Api menuju lampu putih terluar Kuala Bagan Asahan.

Menurutnya petugas mencurigai pergerakan kapal tersebut lalu kapal BC15031 sempat berkordinasi dengan dua kapal lainnya yang ikut berpatroli.

Tapi karena dua kapal lainnya juga sedang bergerak dengan hasil tangkapan kapal selundupan masing-masing, akhirnya kapal BC15031 memutuskan untuk melakukan penindakan sendiri.

“Kapal BC15031 mencoba mendekat dan memberikan aba-aba agar iring-iringan kapal itu berhenti dan sempat memberikan 2 kali tembakan peringatan ke udara,” ujar Rizal.

Mengeatahui adanya ancaman petugas patroli, ketujuh kapal selanjutnya saling merapat berdekatan satu sama lainnya. Di antara kapal yang beriring-iringan itu, ada 5 kapal yang berukuran besar dan sedangsehingga menyulitkan kapal bea dan cukai untuk bermanuver.

Selanjutnya para anak buah kapal (ABK) kapal yang akan disergap lalu memegang mercon, kembang api dan obor api. Saat mendekat dengan kapal patroli Beacukai, mercon, kembang api dan obor api itu dilepas kearah kapal beacukai.

Mengetahui mendapat serangan beresiko yang membahayakan dan tidak berimbang jumlahnya, akhirnya kopat dan nakhoda kapal patroli BC memutuskan untuk menghentikan kegiatan penindakan dan standby posisi di lampu mercusuar depan Kuala Bagan.

Tidak ada korban korban jiwa, namun ketujuh kapal yang membawa barang selundupan gagal dilakukan penindakan. (dwi/yp)