Monday, 21 August 2017

SMK di Purwakarta Prakarsai Pelaksanaan SPMI

Minggu, 13 Agustus 2017 — 14:43 WIB
Perumusan model SPMI di SMK Bina Taruna.(dadan)

Perumusan model SPMI di SMK Bina Taruna.(dadan)

PURWAKARTA (Pos Kota) – Sejumlah SMK di Purwakarta, Jawa Barat, memprakarsai pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), untuk melahirkan lulusan berdaya guna dan ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Secara simbolis, penerapan SPMI tersebut dilaksanakan di Kampus SMK Bina Taruna Purwakarta, Sabtu 912/8/2017). Saat ini, baru enam SMK yang akan menerapkan model SPMI.

Ke-enam SMK tersebut yakni SMK Bina Taruna, SMK Taruna Sakti, SMK Bina Kerja, SMK Bahki Praja dan SMK Bina Budi.

Menurut Pengawas SMK Wilayah Purwakarta, Nanan Najmudin, SPMI berfungsi sebagai pengendali penyelenggaraan pendidikan oleh satuan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Kondisi ini, diakui dia, lantaran kian meningkatnya mutu SMK di Jawa Barat. Dengan begitu diharapkan dapat menghasilkan SDM yang berdaya saing tinggi, kreatif, inovatif dan mampu berkompetisi dengan negara lain.

Ditempat yang sama, Kepala SMK Bina Taruna, RH Us Us Kusumanegara menyebutkan masih banyak tantangan dan pekerjaan rumah yang harus dilakukan SMK dalam meningkatkan mutu pendidikan di Purwakarta.

“Model SPMI ini menerapkan seluruh siklus penjaminan mutu pendidikan secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga budaya mutu tumbuh dan berkembang secara mandiri pada sekolah,”jelas dia, Minggu (13/08/2017).

Salah  satu keuntungan standar sekolah model SPMI diantaranya guru masuk kelas lima menit sebelum pelajaran dimulai dan tidak membawa alat komunikasi.  “Saat itu terbangun interaksi KBM. Guru akan consern terhadap anak didik,” kata Us Us yang mengatakan kurikulum akan disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Kepala SMK Taruna Sakti, Yayang Gilang Sonjaya, mengamini ikhwal hal tersebut. Kata dia, pihaknya mendukung model SPMI ini untuk kemajuan anak didik.

“Tentunya, kepala sekolah dituntut inovatif dan didukung para guru, siswa serta komite sekolah. Sekolah harus mampu bekerja sama dengan lintas instansi terkait penerapan program literasi, penghijauan dan lainnya. Setelah berhasil bisa menjadi rujukan bagi sekolah lain,”pungkasnya. (dadan/tri)