Saturday, 23 September 2017

Hingga Ada Surat Izin

Truk Batubara Dilarang Melintasi Jalan Lintas Tengah Sumatera

Selasa, 15 Agustus 2017 — 9:00 WIB
Rakor bahas truk batubara.(Koesma)

Rakor bahas truk batubara.(Koesma)

LAMPUNG (Pos Kota) –  Truk pengangkut batubara dilarang melintasi jalan lintas tengah Sumatera diwilayah Kabupaten Way Kanan sampai pihak pengusaha batubara membuat surat izin penggunaaan melintas di jalinsum.

Hal ini berdasarkan hasil Rakor pembahasan polemik angkutan batubara yang digelar Polres Way Kanan, Senin (14/8/2017) malam.

“Kita perbolehkan melintas setelah mereka (para pengusaha batubara – red) penuhi keinginan warga, jika sudah ada izin akan dirapatkan lagi untuk pengaturan jam operasional, tonase dan lain sebagainya, ” kata Kapolres AKBP Budi Asrul Kurniawan di Aula Adhi Pradana Mapolres Way Kanan .

Sejauh ini Polri lewat Polres Way Kanan dan jajaran sudah melakukan tindakan berupa diskresi atau kewenangan Kepolisian untuk menindak angkutan batubara yang melintas sehingga akibat yang disebabkan oleh kendaraan pengangkut batubara tersebut dapat dideteksi secara dini.

Sementara itu,  Bupati Raden Adipati Surya menyampaikan permasalahan angkutan batubara sudah ada sejak lima tahun lalu.

“Selama ini berdampak pada rusaknya infrastuktur jalan Jalinsum dan sangat mengganggu perjalanan. Mudah-mudahan rakor ini ada penyelesaian sehingga permasalahan tidak berkelanjutan, ” ungkap Raden.

Adapun Kadis PU Ali Rahman sebut permasalahan batubara sudah ada sejak 2010. Angkutan batubara yang melintas bertonase 40 – 42 ton. Sementara aturannya antara 10 – 30 ton.

Polemik angkutan batubara dibahas bersama Kapolres dengan Bupati, Ketua DPRD Nikman Karim, Dandim 0427 Way Kanan Letkol (Inf) Uci Cambayong, Kepala Dinas Perhubungan Odany, para pengusaha batu bara dan tokoh masyarakat.

Polemik keberadaan truk angkutan batubara dinilai sudah sangat mengganggu masyarakat utamanya. Mulai dari menyumbang kemacetan lalu lintas, polusi udara, kerusakan infrastruktur terutama jalan raya hingga tingginya lakalantas yang melibatkan truk angkutan batubara didalamnya. (Koesma/tri)