Tuesday, 23 October 2018

Walikota Tangerang Daftarkan 23 Ribu Guru Dalam Program BPJS Ketenagakerjaan

Selasa, 15 Agustus 2017 — 12:40 WIB
Walikota Tangerang Arief R, Dirut  BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dan Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Nouval Mahfudz saat acara santunan di Tangerang. (Awang).

Walikota Tangerang Arief R, Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dan Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Nouval Mahfudz saat acara santunan di Tangerang. (Awang).

TANGERANG (Pos Kota) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mendaftarkan 23 ribu guru  dalam sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Puluhan ribu guru ini akan mendapat perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (Jkm).

Kepada Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto,  Walikota Tangerang Arief R mengatakan mendukung program  BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan jaminan sosial pada pekerja.

“Saya mendukung program BPJS Ketenagakerjaan, agar ada jaminan bagi pekerja dan keluarganya bila mengalami musibah,” ujar Arief di kantor pelaksana penempatan TKI swasta PT Bina Adidaya Mandiri Internasional di Tangerang, Banten, Selasa (15/8/2017).

Santunan Calon TKI

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan santunan kepada keluarga calon TKI Eni Purwanti, yang meninggal saat mengikuti pelatihan pra penempatan kerja di kantor pelaksana penempatan TKI swasta PT Bina Adidaya Mandiri Internasional pada 9 Agustus 2017.

Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menjelaskan, Eni baru saja terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, saat meninggal dunia jatuh di kamar mandi tempatnya mengikuti pelatihan.

BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan JKK pada suami dan anak  Eni, senilai Rp85 juta. “Kami juga menyerahkan bea siswa  hingga sarjana atau hingga usia 23 tahun kepada anaknya,” ujar Agus. (Awang/tri)