Monday, 24 September 2018

Bawa Senjata Tajam, Enam Pelajar Dihukum Menghormat Bendera

Rabu, 16 Agustus 2017 — 23:50 WIB
Enam pelajar yang diamankan karena membawa senjata tajam. (ilham)

Enam pelajar yang diamankan karena membawa senjata tajam. (ilham)

JAKARTA (Pos Kota) – Kedapatan menyimpan senjata tajam, enam pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diamankan Tim Resmob Polsek Metro Penjaringan. Mereka ditangkap ketika nongkrong naik sepeda motor di area Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Saat diamankan mereka masih mengenakan seragam sekolah dan diduga akan tawuran dengan sekolah lain. Anggota Polsek Metro Penjaringan sendiri sudah mengantisipasi aksi tawuran pelajar pada saat jam pulang sekolah.

“Kita sisir semua yang ada di dekat rencana tempat tawuran sampai Waduk Pluit parkirannya kita sisir,” kata Kanit Reskrim Polsek Penjaringan, Kompol Rahmad Sujatmiko, Rabu (16/8).

Dia melanjutkan, dari hasil penyisiran pihaknya menemukan senjata tajam jenis clurit yang diduga akan digunakan buat tawuran. “Jadi ini (clurit) disembunyikan di bawah jok motor. Motornya mereka parkir di waduk Pluit, ” ujar Rahmad.

Keenam pelajar tersebut berkilah senjata tajam tersebut bukan untuk tawuran melainkan hanya untuk menjaga diri.

“Saya rumah di Kalideres dan sepanjang jalan pulang saya ketemu banyak sama tongkrongan sekolahan lain. Jadi ya mau nggak mau saya bawa (celurit) buat jaga aja,” kata A.

Dikatakan, dirinya mendapat peringatan dari sesama rekannya lewat pesan berantai atau broadcast. “Dapat pesan buat jaga-jaga. Posisinya saya bawa itu ya karena dikabarin bang. Semuanya bawalah buat persiapan. Itu kita nggak bawa masuk ke sekolah kita taruh di parkiran,” imbuh dia.

DIHUKUM BERNYANYI

Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Kompol Rahmad Sujatmiko menjelaskan, keenam pelajar yang diamankan tersebut dibina dikembalikan keorangtuanya. “Ini kita kembalikan keorang tua dan kita lakukan pembinaan dengan wajib lapor,” ucap Rahmad.

Tidak hanya itu, keenam siswa tersebut juga diberi sanksi menghormat bendera dan menyanyikan lagu=lagu nasional di halaman Mapolsek Metro Penjaringan. Mereka menyanyikan lagu 17 Agustus sambil menutupi wajahnya.

Terkait kenakalan pelajar tersebut, Rahmad meminta agar kedua orang tuanya selalu tidak lupa untuk mengingatkan anak-anaknya agar tidak mendekati perbuatan kriminal.

“Oang tua memberikan pengawasan dan diingatkan jangan berbuat yang bisa merugikan. Kalau perlu diperiksa saat berangkat atau pulang sekolah dan tetap mengawasi teman pergaulannya, ” tukasnya. (ilham)