Monday, 25 March 2019

Dituduh Menyerang Model Afrika Selatan, Grace Mugabe Pulang ke Zimbabwe

Rabu, 16 Agustus 2017 — 9:38 WIB
Grace Mugabe, isteri kedua Presiden Robert Mugabe.(Reuters)

Grace Mugabe, isteri kedua Presiden Robert Mugabe.(Reuters)

ZIMBABWE (Pos Kota) – Ibu Negara Zimbabwe Grace Mugabe telah kembali ke negaranya dari Afrika Selatan,  setelah gagal menyerahkan diri ke polisi di Johannesburg untuk menghadapi tuduhan melakukan serangan, kata beberapa pejabat.

Tidak dijelaskan mengapa Grace Mugabe tidak melapor ke polisi setelah mengatakan bahwa dia akan melakukannya.

Sebelumnya, seorang wanita Afrika Selatan berusia 20 tahun menuduh Mugabe memukul kepalanya dengan tali penyambung di sebuah hotel pada hari Minggu malam (13/8/2017). Nyonya Mugabe sejauh ini belum berkomentar.

Sumber pemerintah Zimbabwe mengkonfirmasi bahwa Grace  Mugabe, istri Presiden Robert Mugabe, telah kembali ke rumah.

“Ya, dia sudah kembali ke negara ini. Kami tidak tahu dari mana tuduhan penyerangan berasal,” kata seorang pejabat senior yang dikutip oleh Reuters.

Sebelumnya, polisi Afrika Selatan mengatakan bahwa mereka telah melakukan negosiasi dengan suporter Mugabe untuk membuatnya berhasil.

Kebingungan menyelimuti  kasus ini dengan para pejabat mengatakan pada suatu saat bahwa Mugabe akan menyerahkan dirinya ke polisi dan akan hadir di pengadilan.

Dia tidak muncul dan sumber kepolisian kemudian mengatakan bahwa dia setuju untuk menyerahkan diri namun tidak jadi melakukannya.

Gabriella Engels, seorang model, menuduh Mrs Mugabe, 52, memukulnya setelah menemukannya dengan kedua putranya di sebuah kamar hotel di Sandton, pinggiran kota kaya di sebelah utara Johannesburg.

Engels menunjukkan  cedera kepala secara melalui media sosial.

“Ketika Grace masuk, saya tidak tahu siapa dia, “katanya kepada penyiar South African News24. “Dia masuk dengan kabel ekstensi dan mulai memukuliku dengan kabel itu.  Dia membalik dan terus memukuliku dengan steker itu berulang-ulang aku tidak tahu apa yang sedang terjadi Aku terkejut .. Aku perlu merangkak keluar dari ruangan sebelum aku bisa melarikan diri,” ujarnya. “Ada darah di mana-mana,” tambahnya. “Di atas lenganku, di rambutku, di mana-mana.” Engels kemudian melaporkan kejadian ini. “Kasus penyerangan dengan niat untuk menyakiti tubuh yang menyakitkan”, kata polisi Afrika Selatan.(Tri)