Friday, 16 November 2018

Suami Kerja di Kapal Pesiar Bini yang Selalu Terlantar

Rabu, 16 Agustus 2017 — 7:33 WIB
dingin

ISTRI apapun pasti senang suami bergaji gede. Tapi jika sering dianggurkan, istri model Purwati, 26, ini tentu saja tak tahan. Bayangkan 4 tahun jadi istri Darmawan, karena suami bekerja di kapal pesiar, 4 tahun dia dibikin terlantar. Ketimbang menderita berkepanjangan, Purwati memilih bercarai saja.

Di manapun seorang istri selalu ingin suaminya bergaji besar, sehingga bisa membiayai rumahtangganya dengan layak. Tapi ketika gaji suami sudah gede, itu juga bukan jaminan rumahtangga bahagia. Apa artinya suami bergaji besar, jika digelari “jarum super” alias jarang di rumah suka pergi. Punya suami model begini, istri di rumah bisa karatan karena jarang disentuh.

Nasib Ny. Purwati warga Surabaya ini, juga seperti itu. Dia sudah menikah dengan Darmawan, seorang pekerja bagian masak di kapal pesiar. Tapi karena tugasnya keliling dunia. Sejak menikah 4 tahun lalu tak pernah disentuh. Sekali disentuh hanya di malam pertama saja, sejak itu suami wasalam ke berbagai negara belahan dunia, dan tak pernah kembali, meski uang selalu dikirim.

Saat pacaran dulu, sebetulnya orangtua Purwati tidak setuju punya suami yang tugasnya selalu berlayar. Suami kok hanya tampil sebentar dan ngilang lagi, suami cap apa itu. Sebagai suami yang baik, mesti selalu di rumah bersama keluarga. Tak di rumah hanyalah saat di kantor. Di rumah ya bersama keluarga, tidur bersama istri dengan segala aktivitasnya.

Purwati nekat mau dinikahi Darmawan, dan nasibnya jauh dari bahagia. Sesuai dengan kontrak perjanjian harus bertugas di kapal pesiar, maka baru sehari menikah sudah harus berangkat ke luar negeri. Karenanya saat menjalani malam pertama, sekedar numpang lewat belaka. MRT bawah tanah Lebak Bulus – Kampung Bandan belum tembus, Darmawan harus meninggalkan istri untuk jangka waktu lama.

Sebagai suami sebetulnya Darmawan cukup tanggungjawab. Sebab meski lama tak bersamanya, setiap bulan dia selalu kirim uang ke Purwati rata-rata Rp 10 juta. Dasarnya wanita ini hidupnya sederhana, uang itu lebih banyak ditabung. Coba perempuan lain, pasti koleksi tas dan sepatu berbagai merk.

Dari kiriman uang suami, Purwati bisa memiliki rumah sendiri, meski hanya jenis BTN. Tapi apa artinya punya rumah, jika setiap malam kedinginan? Ketika 4 tahun sudah dijalani, mestinya bulan Januari sudah pulang. Tapi ternyata hingga bulan Juli 2017 tak kunjung kembali juga.

Kabar paling menyakitkan, di Arab Saudi sana Darmawan sudah menikah dengan orang Indonesia juga. Tapi untuk berkata sejujurnya pada istri di Surabaya, tidak berani. Sebagai penghiburnya, Darmawan selalu kirim uang pada Purwanti dengan jumlah yang memadai.

Sebetulnya Purwanti tak sepenuhnya percaya pada kabar itu, jangan-jangan hoax. Tapi meskipun tidak benar, jika dirinya tetap ditelantarkan ya apa artinya. Maka ketimbang menantikan seseorang yang tidak jelas, Purwanti menggugat cerai ke Pengadilan Agama Surabaya. Dia tak mau sisa-sisa usianya hilang percuma untuk menunggu godot.

Sedang godotnya di Arab bersama istri baru makin hot. (JPNN/Gunarso TS)