Friday, 24 November 2017

Giliran Trotoar di Kelapa Gading yang Dibersihkan dari Pedagang

Sabtu, 19 Agustus 2017 — 21:20 WIB
Kios pedagang Kaki-5 diangkut petugas

Kios pedagang Kaki-5 diangkut petugas

JAKARTA (Pos Kota) – Belasan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di trotoar di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara diobrak-abrik petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Penertiban ini dilakukan selain untuk mendukung program Pemprov DKI Jakarta Bulan Tertib Trotoar (BTT) juga untuk menegakkan Perda No. 8 Tahun 2007 tentang ketertiban umum.

Kasat Pol PP, Kecamatan Kelapa Gading, Purnomo mengakui pihaknya menggelar operasi menertibkan terhadap 19 pedagang kaki lima, tukang tambal ban dan sejumlah usaha lainnya yang ada di wilayah Kelapa Gading. Razia ini dilakukan karena i di Jalan Boulevar Barat, Timur dan sejumlah wilayah lainnya masih ada pedagang yang nekat berjualan di trotoar.

“Penertiban ini kami lakukan karena banyaknya keluhan dari warga masyarakat terkait banyaknya pedagang yang menggelar dagangannya diatas trotoar. Seluruh barang dagangan yang terjaring dalam razia itu langsung dibawa ke gudang Satpol PP di Walang. Pasca-penertiban ini kami juga akan menugaskan anggota untuk secera rutin memantau lokasi,”ujar Purnama, Sabtu (19/8).

Diakui oleh Kasat Pol PP Kecamatan Kelapa Gading, pihaknya g rutin melakukan penertiban terhadap PKL untuk memberikan rasa nyaman kepada pejalan kaki. Diharapkan dengan cara ini kedepan pejalan kaki akan merasa aman dan nyaman saat melintas.

Selain itu dirinya juga menghimbau kepada warga agar tidak membuka lapak lagi diatas trotoar. Sebab jika ini tetap di lakukan pihaknya akan mengambil tidakan tegas membongkarnya.
Ucok,45, tukang tambal ban yang mangkal di Jalan Boulevar Barat, hanya pasrah saat kompresor miliknya diangkut petugas. Ia mengaku terpaksa mangkal di lokasi tersebut karena dirinya tidak punya pangkalan.
“Dari pada saya nganggur makanya saya kerja sebagai tukang tambal ban. Tapi meski begitu masih saja salah, karena menempati trotoar, makanya kami berharap pemerintah menyediakn lapangan pekerjaan agar bisa bekerja, “ungkap Ucok. (Wandi)