Monday, 24 September 2018

Akibat Kemarau, Warga Indramayu Dilanda Krisis Air Bersih

Minggu, 20 Agustus 2017 — 7:16 WIB
PDAM salurkan bantuan air bersih kepada warga Indramayu

PDAM salurkan bantuan air bersih kepada warga Indramayu

INDRAMAYU (Pos Kota) – Dampak musim kemarau membuat sejumlah warga di Indramayu, Jawa barat mulai dilanda krisis air bersih. Kekurangan air bersih itu tak hanya melanda warga Kota Indramayu yang kekurangan pasokan air ledeng, produksi PDAM Tirta Darma Ayu saja, tapi juga melanda sejumlah warga desa.

Mereka kelimpungan mencari air bersih, setelah sumur-sumur bor atau sumur pantek di rumah-rumah mereka yang diandalan untuk memenuhi kebutuhana air bersih keluarga memasuki musim kemarau yang panas ini berhenti mengalirkan air.

Pemantauan Pos Kota, Sabtu (19/8) siang umur-sumur warga yang mengalami menurunan fungsi alias tidak mengalirkan air dari dalam tanah itu terdapat di sejumlah kecamatan. Di antaranya Kecamatan Terisi, Cikedung dan Losarang. Sudah beberapa hari ini masyarakat dilanda kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk berbagai keperluan. Lantaran sumur-sumur bor yang disedot menggunakan pompa listrik maupun jet pump itu berhenti mengalirkan air.

Beberapa warga Desa Santing, Kecamatan Losarang yang biasanya tidak mempermasalahkan aliran air ke bak-bak mandi juga mengeluhkan air tak mengalir lancar. “Biasanya air mengalir lancar ke bak mandi, sekarang terhenti. Kalaupun airnya mengalir sangat kecil,” kata Edi, 37 yang mengaku baru menyambung air melalui pipa paralon dari lokasi penyedotan air tanah sebulan lalu.

“Saya memerlukan air untuk mengairi tanaman semangka di sawah. Airnya kadang mengalir terkadang tidak,” kata Surja,54 petani di Kecamatan Terisi. Petani yang berkebun semangka pada musim kemarau ini jauh-jauh hari sudah membikin sumur bor di sawah-sawah. Tujuannya untuk menyiram tanaman semangka atau mentimun sebagai langkah antisipasi menghadapi krisis air di saluran irigasi.

Beberapa saluran air irigasi di dekat mereka sudah kering. Membuat para petani yang menanam palawija atau tanaman semusim mulai mengoperasikan mesin pompa air guna menyedot sumur pantek yang sengaja dibuat para petani di pesawahan, di dekat tanaman palawija.

Sumur pantek atau sumur bor warga yang mulai kekeringan itu yang berkedaaman antara 5 Meter hingga 8 Meter. “Kalau sumur pantek atau sumur bor yang berkedalaman 78 Meter atau 13 pipa masih mengeluarkan air,” ujar Darmin, 47 warga Blok Cilet, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (taryani)