Saturday, 23 September 2017

Bacakan Pleidoi, Patrialis Anggap Tuntutan 12,5 Tahun Bui Tak Manusiawi

Senin, 21 Agustus 2017 — 14:36 WIB
Terdakwa kasus dugaan suap daging impor Patrialis Akbar menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan pledoi di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta (rihadin)

Terdakwa kasus dugaan suap daging impor Patrialis Akbar menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan pledoi di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta (rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar membacakan pleidoinya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (21/8/2017). Ia menyebut tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkauit dugaan meneruma suap uji materi Undang Undang No. 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewas dipenuhi asumsi.

“Kealpaan, kekhilafan, kekurangan sebagai manusia biasa, terutama dalam pelanggaran kode etij tentu tak sebanding dengan tuntutan Saudara JPU yang tak mendasar,” kata Patrialis membacakan pembelaannya.

Ia juga keberatan dengan tuntutan hukuman 12,5 tahun penjara karena diduga meneria uang 10 ribu dolar AS dan Rp4.04.195 tak berkeadilan. Ia menolak membayar uang pengganti dan denda.

“Saya dituntut bersalah menerima uang 10 ribu dolar AS dan Rp4.043.195 tapi ancaman hukumannya sangat tinggi, tak manusiawi dan berlebihan bahkan arogan, yakni 12,6 tahun. Saya keberatan dan menolak tuntutan itu, termasjk membayar uang pengganti dan denda,” sambungnya.

Mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 25 Januari 2017, Patrialis merasa difitnah. Alasannya, ia tak pernah dipanggil sebelumnya tapi malah ditangkap bersama seorang wanita.

“Bila ada indikasi saya melakukan tindak pidana korupsi, seharusnya saya dipanggil secara patut, apalagi KPK punya fungsi preventif,” ucapnya,
“hebatnya malam itu saya sedang bersama orang yang tidak ada hubungannya dengan kasus pidana yang dkituduhkan ke saya, tapi KPK hanya membawa satu orang sehingga seakan-akan saya ditangkap bersama wanita. Luar biasa fitnah dari KPK.”

Patrialis dituntut dituntut 12,5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. JPU menyatakan Patrialis wajib mengembalikan uang pengganti yang diterima dari Basuki dan Ng Feny sebesar USD 10 ribu dan Rp 4.043.195.

Basuki dan Ng Feny terbukti menyuap Patrialis untuk mengabulkan permohonan perkara nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait uji materi UU No 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Keduanya juga terbukti menjanjikan uang Rp2 miliar bila permohonannya dikabulkan. (ikbal/yp)