Wednesday, 19 September 2018

Gadis ABG Digauli Ayah Tiri Sang Ibu Langsung Pingsan

Senin, 21 Agustus 2017 — 6:25 WIB
sebarfoto

LAGI- LAGI bapak tiri berulah. Lihat anak tiri dalam usia ABG sudah bikin syurrrr, Sumanto, 40, bernafsu. Awalnya hanya tidur bareng, akhirnya jadi ke mana-mana. Dengar kabar putrinya, Vina, 15, sang ibu Ny. Sarminah, 37, langsung pingsan. Sumanto ditangkap, tapi mengaku hanya lima kali menggauli.

Bosan deh mendengarnya, sebentar-sebentar ada berita ayah tiri menggauli anak bawaan istri. Kasihan jadinya ayah tiri yang alim, yang merawat anak tiri secara baik, ikut dicurigai pula suka makan anak tiri. Maka kapan hukum kebiri bagi predator seks diberlakukan, biar para ayah tiri celamitan nyaho dibuatnya.

Ny. Sarminah warga Tenggilis Mejoyo Surabaya, sebetulnya pernah juga mendengar kisah tentang ayah tiri kelewat rakus itu. Tapi dia kemudian membela diri, Sumanto suaminya bukan tipe lelaki seperti itu. Sebagai ayah tiri yang baik, dia tak pernah berbuat macem-macem pada anak gadis bawaan istri. Sumanto Purbalingga makan mayat, Sumanto Surabaya paling-paling makan rujak cingur.

Memang tak ada alasan untuk menggeneralisir Sumanto. Selama ini dia sangat sayang pada anak tirinya. Terbukti Vina meski sudah usia 10 tahun masih dibiarkan tidur bersama ibunya. Padahal si ibu sudah punya suami baru, yang tentu saja bukan ayah kandungnya lagi. Lalu bagaimana jika Sumanto “ada urusan” dengan emaknya? Suruh saja Vina beli kerupuk sampai Sidoarjo.

Waktu terus berjalan, dan Vina yang selalu tidur bersama ibu dan ayah tirinya itu tentu saja semakin gede. Dalam usia ABG sekarang ini, bodi penampilannya sudah beda sekali dengan saat 5 tahun lalu. Dulu masih imut-imut, kini amit-amit…….; tersingkap roknya sedikit saja sudah bikin Sumanto kelimpungan. Tahu-tahu ukuran celananya langsung berubah!

Setan melihat perubahan sikap Sumanto. Iseng-iseng dia mendekati. Lalu katanya, bila Sumanto bisa tertarik pada anak tiri, itu sangat dipahami dan setan pun memaklumi. Jangankan manusia, setan saja sebetulnya juga tertarik pada penampilan Vina yang tidak pakai Panduwinata ini. Kode etik persetanan melarang setan berjodoh dengan makhluk manusia. “Bahasa politiknya, makhluk halus dan lelembut dilarang berkoalisi dengan makhluk kasar (manusia),” kata setan memberi pencerahan.

Maka setan hanya bisa memberi saran, tidak ikut makan. Kata setan pula, sebaiknya Vina didayagunakan seoptimal mungkin. Jangan sampai barang bagus nan mulus itu bagaikan wastra lungsed ing sampiran (barang bagus dianggurkan). Ketahuilah wahai Sumanto, kesempatan itu takkan datang sampai dua kali.

Sesuai dengan petunjuk bapak setan, Sumanto pun mulai berani meraba-raba anak tirinya. Awalnya Vina menolak tangan ayah tirinya, tapi Sumanto langsung menyerang kembali pada titik kelemahan wanita. Akhirnya, di kala istrinya tidur lelap, Sumanto justru sibuk menggauli anak tirinya. Kata Sumanto mengutip pelawak Timbul dulu: Uenak temenan!

Begitulah selanjutnya, sebelum berbuat Sumanto suka memotret Vina dalam kondisi polos. Ternyata ini dijadikan senjata pamungkas. Bila menolak digauli, foto ini akan disebar di medsos. Sejak itu Vina tak bisa berkutik. Asal ibunya lengah, Sumanto pasti menggaulinya.

Karena mainnya hanya seputar rumah, lama-lama Sarminah memergoki sendiri bagaimana Vina “diintimidasi” ayah tirinya. Dia langsung pingsan melihat kejadian itu. Setelah siuman, segera mencari polisi untuk melaporkan Sumanto yang celamitan itu. Tapi dalam pemeriksaan dia mengaku hanya lima kali saja menggauli anak tirinya.

Sumanto Surabaya ternyata makan anak tiri. (JPNN/Gunarso TS)