Friday, 20 September 2019

Diserang Hama, 60 Persen Hektar Lahan Padi Gagal Panen

Selasa, 22 Agustus 2017 — 16:15 WIB
singakerta

INDRAMAYU (Pos Kota) – Kabar kurang menggembirakan muncul dari kalangan petani di Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jabar. Dari luas tanaman padi sekitar 470 Hektar, sekitar 60 persennya gagal panen.

Penyebab gagal panen padi itu karena tanaman padi diserang berbagai jenis hama dan penyakit sehingga dampaknya para petani menderita kerugian materi yang jumlahnya relative besar lantaran terjadi gagal panen.

Dengan terjadinya gagal panen padi di Desa Singakerta itu, para petani mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah agar segera datang ke Desa Singakerta, melakukan penelitian guna mencari tahu sebab-sebab terjadinya gagal panen padi yang menimpa para petani pada Musim Tanam (MT) Kedua.

“Kami para petani yang tinggal di Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng ini ingin diperhatikan pemerintah karena tanaman padi gagal panen terserang berbagai jenis hama dan penyakit,” ujar Kuswa, 58 salah seorang petani.

Kepala Desa atau Kuwu Desa Singakerta, Adi mengemukakan, lahan pertanian di Desa Singakerta tak lagi memberi keuntungan kepada para petani, khususnya yang menanam padi pada Musim Tanam Kedua. Hal itu disebabkan karena tanaman padi diganggu serangan hama dan penyakit.

Para petani sebetulnya sudah berupaya mengatasi serangan hama dan penyakit itu namun hasilnya tidak maksimal. Akibatnya lebih dari separuh tanaman padi milik petani di Desa Singakerta gagal panen.

Para petani di Desa Singakerta, setiap hari berjibaku menyemprot pestisida guna mengusir hama dan penyakit. “Hasilnya tidak maksimal. Sebagian besar lahan tanaman padi yang telah disemprot pestisida oleh para petani itu tetap mengalami gagal panen,” katanya.

“Areal tanaman padi yang mengalami gagal panen di Desa Singakerta luasnya tercatat 250 Hektar atau mencapai 60% persen dari keseluruhan luas sawah yang ada di Desa Singakerta. Pemerintah Desa Singakerta masih mengkalkulasi jumlah kerugian materi yang diderita para petani,” ujar Kuwu Singakerta, Adi.

Dikatakan, akibat serangan hama dan penyakit itu produksi gabah Musim Tanam Kedua khususnya di Desa Singakerta merosot tajam. Lahan pertanian yang berhasil dipanen hasilnya sangat minim, hanya sekitar 30 persen dari hasil panen normal.

Kegagalan panen yang dialami para petani di Desa Singakerta itu kata Tasma, 49 salah satunya diakibatkan karena pengaruh cuaca, sehingga memunculkan hama klowor. “Para petani sudah berupaya menanggulangi berkembangnya hama klowor itu. Tapi tak membuahkan hasil maksimal. Hama klowor sepertinya belum ditemukan penangkalnya,” katanya.

(taryani/sir)