Sunday, 23 September 2018

KPK Tetapkan Panitera Pengganti PN Jaksel dan Pengacara Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap

Selasa, 22 Agustus 2017 — 15:59 WIB
Ketua KPK menunjukkan barang bukti yang disita dari OTT panietra PN Jakarta Selatan. (julian)

Ketua KPK menunjukkan barang bukti yang disita dari OTT panietra PN Jakarta Selatan. (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan panitera pengganti pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Tarmizi (TMZ), dan pengacara PT Aquamarine Divindo Inspection (ADI), Akhmad Zaini (AKZ), sebagai tersangka, Selasa (22/8/2017). Keduanya terkait kasus dugaan suap pengamanan perkara.

Kedua orang itu terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim penyidik KPK di sekitar PN Jaksel Jalan Ampera Raya, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2017) siang.

Selain mereka, dalam OTT itu KPK juga mengamankan tiga orang lainnya, yakni pegawai honorer PN Jaksel, TJ (dalam berita sebelumnya disebut TD); pengacara lain PT ADI atau rekan AKZ, FJG; dan sopir rental yang disewa AKZ, S. Namun ketiga orang ini hanya ditetapkan sebagai saksi karena tidak ada bukti yang melekat untuk melakukan tindak pidana korupsi.

“Setelah melakukan pemeriksaan awal, yang dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh panitera pengganti pada PN Jaksel, dan KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan, sejalan dengan penetapan dua orang tersangka,” kata Ketua KPK, Agus Rahardjo, saat jumpa pers di KPK, Jakarta Selatan.

“Pihak yang ditetapkan sebagai tersangka adalah AKZ selaku kuasa hukum PT ADI dan TMZ selaku panitera pengganti pada PN Jaksel,” sambung Agus.

Adapun dugaan pelanggaran yang dilakukan adalah TMZ diduga menerima suap dari AKZ agar PN Jaksel menolak gugatan perdata wanprestasi yang diajukan PT Eastern Jason Fabrication Services Pte Ltd terhadap PT Aquamarine (ADI). Untuk memuluskan rencana itu, TMZ diduga telah menerima sejumlah uang sebesar Rp425 juta dari AKZ secara bertahap sejak Juni 2017 hingga 21 Agustus 2017.

“Diduga total penerimaan sebesar Rp425 juta,” kata Agus.

(Baca: Panitera Ditangkap KPK, PN Jakarta Selatan: Jangan Katakan OTT Tapi Penjemputan)

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, TMZ yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara AKZ ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dan disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (julian)