Friday, 23 August 2019

Panitera Ditangkap KPK, PN Jakarta Selatan: Jangan Katakan OTT Tapi Penjemputan

Selasa, 22 Agustus 2017 — 12:26 WIB
Mobil milik panitera pengganti PN Jakarta Selatan yang disegel  KPK.

Mobil milik panitera pengganti PN Jakarta Selatan yang disegel KPK.

JAKARTA (Pos Kota) – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan membantah ada operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim satuan tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap panitera pengganti PN Jakarta Selatan.

Menurut Humas PN Jaksel, I Made Sutrisna, penangkapan yang berlangsung Senin (21/8/2017) siang itu bukanlah OTT melainkan penjemputan.

“Kami bukan mengatakan itu OTT karena belum tahu apa yang terjadi. Namun ada penjemputan yang dilakukan oleh pegawai KPK terhadap seorang staf honorer dan panitera pengganti,” kata Made.

Made menambahkan, pihaknya pun masih menunggu konfirmasi resmi dari KPK mengenai penangkapan itu. Ia pun menyesalkan, saat penangkapan berlangsung tim Satgas KPK tidak menyertai surat dan pemberitahuan terlebih dahulu.

“Sampai saat ini kami masih menunggu apa yang sebetulnya terjadi hingga mereka dijemput seperti itu,” ujarnya.

Diketahui panitera pengganti dan pegawai honorer yang diamankan KPK itu masing-masing berinisial TMZ dan TD. Penangkapan berlangsung saat TMZ hendak makan siang.

“Diamankannya di ruangannya ketika yang bersangkutan hendak makan siang,” imbuh Made.

Selain mengamankan TMZ dan TD, lembaga antirasuah juga menciduk dua pengacara. Kemudian juga menyegel mobil HR-V warna hitam bernomor polisi B-160-TMZ dan lemari berkas milik panitera pengganti tersebut.

(Baca: KPK Undang Wakil MA Hadiri Konpres Soal OTT Panitera Pengadilan)

Penangkapan diduga berkaitan dengan adanya dugaan tindak pidana suap antara TMZ dengan kedua pengacara itu. Diduga penyuapan itu berhubungan dengan perkara perdata yang tengah disidangkan di PN Jaksel.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan pun tak membantah ada penerimaan uang Rp300 juta yang terindikasi suap terhadap TMZ. Namun belum diketahui kasus yang berhubungan dengan TMZ, TD dan kedua pengacara itu.

(Baca: Panitera PN Jaksel Diduga Terima Suap Rp 300 Juta)

Hingga berita ini diturunkan, keempat orang yang diamankan itu masih menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik KPK memiliki waktu maksimal 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum mereka.

“Sejumlah pihak yang diamankan kemarin dalam proses pemeriksaan intensif, dan dalam waktu paling lambat 24 jam akan ditegaskan status hukumnya,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (julian/yp)