Friday, 22 June 2018

Revi Zulkarnaen, Dulu Jual Kayu Bakar Kini Jadi Pejabat

Jumat, 25 Agustus 2017 — 2:13 WIB
Revi Zulkarnaen

Revi Zulkarnaen

MENGABDI dan bertugas menjadi PNS di lingkungan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, apalagi sampai dipercaya menjadi kepala terminal, tidak pernah terbayangkan oleh Revi Zulkarnaen. Revi tak pernah mimpi bisa menjadi pegawai pemerintahan. Menyelesaikan sekolah saja ia harus banting tulang.

Buah dari kerja kerasnya kini sudah ia nikmati. Revi kini dipercaya menjabat Kepala Terminal bus AKAP Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar).

Revi amat bersyukur karena dulu ia menyelesaikan sekolah sambil bekerja serabutan, dan akhirnya bisa jadi PNS. Sebagai lulusan STM jurusan mesin, sebetulnya dia bercita-cita ingin menjadi insinyur mesin. Namun takdir menentukan lain, bapak dua anak ini akhirnya mengabdi di Pemprov DKI Jakarta.

“Sebelumnya tidak pernah tergambarkan menjadi PNS di Dishub atau dulunya LLAJR. Tapi karena melaksanakan pesan ibu atau orang tua, setelah lulus STM mendaftar di LLAJR dan diterima,” kata Revi, Kamis (24/8).

Saat diminta orang tua supaya mendaftar di Dinas LLAJR, dirinya sempat agak bingung karena belum tahu apa yang nantinya akan dilakukan. Namun, begitu diterima dan bertugas, dirinya sangat bangga dan mencintai pekerjaannya.

“Waktu pertama kali, pakai seragam LLAJR rasanya bangga banget. Karena sangat gagah dan kayak polisi di film CHIPS. Jadi bertugas di Dishub dulunya LLAJR untuk melaksanakan pesan ibu,” ucapnya mengenang.
Revi bercerita, menjadi PNS tidak dilaluinya dengan mudah. Melainkan penuh perjuangan dan pengorbanan. Sebelumnya ia sempat menjadi penjual kayu bakar dan sales sepatu di Sarinah. “Saya waktu masih sekolah STM sempat jadi penjual kayu bakar guna membantu orang tua,” tutur dia.

Waktu itu, ia bersama orang tua dan saudaranya-saudaranya tinggal atau pulang ke kampung di Padang, Sumatera Barat. “Dulu, Ayah adalah pengusaha mebel yang berhasil dan tinggal di Jakarta. Namun, usahanya bangkrut sehingga pulang kampung,” ujar Revi.

HIDUP DI KAMPUNG

Kehidupan baru di kampung dijalaninya bersama orang tua dan 6 saudara lainnya. Beberapa lama tinggal di kampung, Ayahnya dipanggil menghadap Sang Khalik, sehingga sebagai anak lelaki tertua ia memikul beban sebagai tulang punggung keluarga.

“Saya mengambil alih tugas Ayah, sebagai kepala keluarga,” kata lelaki berkumis tebal ini. Guna memenuhi kebutuhan keluarga, sambil sekolah saya bekerja menjual kayu bakar ke pasar. Jadi, dari rumah yang letaknya di pegunungan memanggul kayu bakar ke pasar di bawah,” ujar lelaki kelahiran tahun 1972 ini.

Selepas lulus STM, Revi kembali ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Namun, usahanya tidak berjalan mulus. Ia pun
sempat menjadi sales sepatu di Sarinah. “Iyaa, sempat jadi SPG sepatu di Sarinah. Pokoknya nggak perlu malu, yang penting halal,” ucap dia.

Ketika ada pendaftaran CPNS, Revi melamar di Dinas LLAJR dan diterima pada tahun 1992 serta bertugas di Rawamangun, Jakarta Timur. Tahun 1998 akhirnya diangkat menjadi CPNS dan ditugaskan di Terminal Lebak Bulus, tapi belum sempat bertugas sudah dipindahkan ke Terminal Blok M.

DIANCAM COPET

Hampir selama 17 tahun, bertugas di Terminal Blok M. Banyak pengalaman yang didapatkannya, termasuk sempat diancam kawanan copet yang biasa beroperasi di sana. “Sempat khawatir juga, dapat ancaman mau dibunuh oleh copet yang terganggu operasinya karena bersama pihak kepolisian sering razia. Sehingga copet banyak yang tertangkap,” jelas Revi.

Tahun 2015, tugasnya dipindah menjadi Kepala Tempat Penyeberangan Orang (TPO) Kota. TPO yang awalnya kumuh dan kotor ditata dan menjadi tempat yang rapi. Tidak berapa lama, ia dipindahkan lagi menjadi Kepala Terminal bus AKAP Kalideres.

Di tempat yang baru, ia kembali melakukan penataan. Terminal yang dulunya semrawut, kotor dan rawan kejahatan kini berubah menjadi bersih, asri dan aman. Awalnya kebijakan Revi sempat ditolak pedagang dan karyawan PO bus. Bahkan sempat didemo. “Tapi setelah diberi penjelasan mereka mengerti dan mendukung. Bahkan sekarang sangat kompak, secara rutin seminggu sekali kerja bakti,” ucap Revi.

Berkat kekompakan dan dukungan baik dari dari anak buah atau petugas Dishub, pedagang, karyawan PO bus, jajaran kepolisian setempat, koramil, kecamatan, kelurahan dan lain-lain, Terminal bus AKAP Kalideres mendapat penghargaan. Pada Lebaran 2017 terminal ini memperoleh penghargaan dari Menteri Perhubungan dalam memberi pelayanan angkutan Lebaran tahun 2017.(tarta/ruh/ird)