Monday, 26 August 2019

Menkominfo: Nggak Tanggung Jawab, Nggak Usah Bisnis di Indonesia

Minggu, 27 Agustus 2017 — 18:45 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. (ikbal)

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Indonesia merupakan pangsa pasar bagi penyedia layanan media sosial. Namun belakangan media sosial tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tapi digunakan untuk menyebar informasi, termasuk informasi tidak benar (hoax).

Tidak hanya itu media sosial juga dijafikan tempat untuk menyampaikan ujaran kebencian yang secara komersil dikelola semisal sindikat Saracen yang baru-baru ini dibongkar pihak kepolisian.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan penanggulangan terhadap konyen hoaks itu tidak hanya peran pemerintaha dan penegak hukum namun juga masyarakat dan penyedia platform.

“Masyarakat jangan mudah menerima namanya konten- konten yang dianggap  hoax, yang dianggap menyebarkan pepecahan, itu satu. Ada penegak hukum, ada kominfo yang fokusnya kepada media sosial, ada juga penyedia platfomnya, seperti FB,  Twitter, Google dan macam macam, juga messaging system, Telegram,” ujarnya saat menghadiri Parade Asean 50 di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/8/2017).

Menurutnya, pemilik juga turut bertanggung jawab dengan isi dari dalam platform. Platform diminta memiliki sistem proteksi sehingga konten negatif seperti ujaran kebencian dapat dicegah peresarannya di jagat maya. Pasalnya, stabilitas keamanan dapa terganggu dengan adanya konten nehatif yang masif, yamg berpengaruh juga pada kestabilan ekonomi.

“Jadi tanggung jawab  mereka. Kalau mereka berbisnis kan logikanya konsen dengan stabilitas ekonomi, politik. Saya bilang sama mereka ‘kalau anda memang tidak mau mempersiapkan, apakah anda memang punya tujuan membuat Indonesia tidak stabil.  Nah kalau anda mau bisnis mari kita beresin. Anda nggak bertanggungjawab, anda enggak usah bisnis di Indonesia,” tegas menteri. (ikbal/yp)