Sunday, 23 September 2018

Djarot Mengaku Kaget Anggaran RPTRA Dihapus

Senin, 28 Agustus 2017 — 10:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.(ikbal)

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku kaget dengan dihapusnya alokasi anggaran untuk pengadaan lahan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dari  Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) APBD 2017.

Awalnya anggaran pengadaan lahan RPTRA ada di lima wilayah kota sebesar RP50 miliar. Bappeda beralasan menghapus anggaran itu karena ada kesalahan nomenklatur hingga kode rekening.

“Tapi saya kaget itu gak bisa dieksekusi karena salah nomenklatur, kan aneh. Kayak gak pernah bebasin lahan aja sampai salah masukin nomenklatrur,” ujar Djarot di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (28/8/2017).

Mantan Walikota Blitar ini mencurigai ada unsur kesengajaan untuk menghapus anggaran lahan RPTRA. Bahkan kecurigaan Djarot mengarah hilangnya anggaran tersebut atas koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)  dengan tim sinkronisasi Anies – Sandi.

“Apakah itu memang kesengajaan karena penyediaan lahan itu berarti kan pembangunannya tahun depan, gak mungkin untuk saat sekarang ini,” tandas Djarot  ” Atau karena ada koordinasi dengan misalnya tim sinkronisasi, saya gak tahu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Djarot menegaskan kesalahan nomenklatur tersebut masih dapat diperbaiki. Sehingga Pemprov DKI Jakarta masih mengejar menyelesaikan 106 RPTRA yang sudah dianggarkan pada 2017.

“Kalau kita bisa perbaiki nomenklaturnya, kita perbaiki sehingga masih ada waktu ini bulan Agustus, September sampai Desember. Masa gak bisa untuk menyediakan lahan untuk RPTRA, sedangkan untuk pembangunannya itu bisa melalui APBD 2018,” pungkas Djarot. (ikbal/win)