Tuesday, 20 November 2018

Konflik Horizontal di Banggai Sulteng Berhasil Diatasi

Senin, 28 Agustus 2017 — 23:22 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota)- Bentrok massa berbau SARA terjadi di Luwuk, Kabupayen Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (28/8/2017). Namun petugas gabungan akhirnya bisa membubarkan massa dan belasan orang diamankan.

Menurut AKBP Hari Suprapto, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, peristiwa itu bermula ketika seorang pegawai magang di Sudin Damkar Kabupaten Banggai tewas karena dipukul yang diduga pelakunya dari suku tertentu.

Akibatnya terjadi konflik horizontal. Mengatasi konflik itu, pihak Polda Sulteng berupaya untuk mengembalikan situasi agar kembali kondusif dengan mengajak semua komponen pemerintahan, masyarakat mencari solusi dengan tajuk Dialog Kebangsaan.
Dialog tersebut dipimpin Bupati Banggai dihadiri Wakapolda Sulteng , Kasrem 132, dengan peserta rapat antara lain Forkominda Kabupaten Banggai, anggota DPRD Banggai, tokoh masyarakat masing-masing suku yang ada di Banggai, perwakilan dua suku yang berkonflik, perwakilan media cetak, dll.

Namun disayangkan masyarakat dari Kintom tidak mau hadir, bahkan menutup jalan trans Sulawesi.

Mengetahui hal tersebut Wakapolda Sulteng langsung menuju lokasi penutupan jalan. Massa di bubarkan untuk membuka jalan kembali.

Pada sore hari sekitar pukul 15.30 Wita massa yang jumlahnya kurang lebih 500 orang melakukan aksi unjuk rasa di gudang kantor DPRD Banggai. Sementara di dalam gedung sedang berlangsung pertemuan atau dialog kebangsaan.

Massa mulai anarkis dengan melakukan pelemparan kepada aparat yang melakukan pengamanan kegiatan pertemuan tersebut. Pelemparan batu semakin brutal , akhirnya aparat mengeluarkan tembakan peringatan dengan peluru hampa, selanjutnya massa membubarkan diri.

Namun kemudian, massa untuk kedua kali kembali melempari aparat dengan batu dan benda keras serta berteriak – teriak. Melihat massa semakin anarkis akhirnya aparat mengeluarkan tembakan peringatan kembali disertai tembakan gas air mata. Akhirnya massa membubarkan diri

Petugas gabungan Polri TNI telah mengamankan 18 orang diduga dan menyita 4 anak busur, 10 badik dan 17 sepeda motor.

Korban luka seoorang anggota polisi dan lima warga mereka dirawat di RSUD Banggai.(adji)