Tuesday, 13 November 2018

JPU Mulai Ancam Panggil Paksa Erick Thohir

Selasa, 29 Agustus 2017 — 9:54 WIB
erick thohir datangi kpk

JAKARTA (Pos Kota)  – Jaksa Penuntut Umum (JPU) ancam akan menghadirkan paksa Erick Thohir,  jika pada panggilan ketiga tidak memenuhi panggilan.

“Jika pada persidangan,  Senin pekan depan tidak hadir,  kita panggilan paksa sesuai dengan pasal 21 UU Tipikor No.  31/1999 dianggap menghalang-halangi,” kata JPU Sarjono Turin yang juga Asisten Pidana Khusus (Aspidsus)  Kejaksaan Tinggi (Kejati)  DKI saat ditemui di Kejati DKI,  Senin (28/8).

Upaya  menghadirkan secara paksa ini,  lanjut Turin karena pada pemanggilan kedua,  yang bersangkuyan tidak hadir dengan alasan tengah berada,  di Beijing,  RRC. Pada panggilan pertama,  juga tidak hadir.  “Harusnya,  hari ini dia harus hadir guna diminta kesaksiannya,  tapi tidak hadir.  Alasan tengah berada di Beijing,” katanya.

Erick Thohir adalah Ketua Pelaksana Asian Games 2018. Dia diminta sebagai saksi dalam persidangan perkara korupsi dalam kegiatan Sosialisasi Asian Games 2018 pada tahun 2015.

Sesuai agenda,  Erick  menjadi saksi untuk terdakwa Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Doddy Iswandi, Bendahara KOI Anjas Rivai, dan Ikhwan Agus selaku penyedia jasa kegiatan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (28/8).

Setengah Anggaran

Mereka duduk di kursi pesakitan,  karena diduga mengkorupsi proyek  sosialisasi atau Carnaval Road to Asian Games 2018‎ yang berlangsung di enam kota yakni di Palembang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, dan Banten‎.

Akibat,  pengerjaan kegiatan yang tidak profesional,  negara diduga dirugikan sebesar Rp10 miliar atau hampir 50 persen dari nilai proyek. Padahal,  nilai proyek yang dianggarkan oleh Kementerian  Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)  ‘hanya’ Rp27 miliar. (ahi/win)