Sunday, 24 June 2018

Istri Dilirik Para Mantan Suami jadi Salah Tingkah

Rabu, 30 Agustus 2017 — 6:55 WIB
cake

PUNYA istri cantik, senang. Tapi giliran masih banyak yang melirik, meradang. Itulah kelakuan Prapto, 45, dari Surabaya. Sang istri, Yati, 38, saking kesalnya lalu menantang cerai saja. Katanya tidak bebas punya suami cemburuan. Baru istri memperluas pergaulan, marah. Apa lagi sampai digauli.

Banyak orang mendambakan bini cantik. Padahal jika gak sembada (tak mampu membiayai), justru bakal makan hati. Coba, jika bekas pacar istri-istrinya dulu suka kontak-kontakan, apa tidak nyesek di dada. Banyak perempan cantik yang nganggur, kenapa yang diiceng istri orang?

Begitu juga perasaan Prapto asal Surabaya. Waktu pacaran 20 tahun lalu, sebetulnya dia tidak masuk hitungan dari keluarga kekasihnya, Yati. Sebab di samping statusnya hanya PNS bergolongan rendah, wajah Praptono sangat standar. Velg belum racing, setir juga belum power stering. Jadi ibatat mobil, asal ngglinding.

Yati memang cantik. Cuma Yati bukan pengusaha jamu kecantikan, tapi gadis biasa yang tidak punya inovasi dan visi misi. Tapi karena cantik, pacarnya lumayan banyak. Waktu itu Prapto yang modalnya hanya sepeda motor butut, nyaris tak direken.

Tapi kalau namanya jodoh, siapa yang bisa menolak kuasa Illahi? Biar wajah standar dan status sosial biasa saja, tapi pada akhirnya menjadi pilihan Yati berikut keluarganya. Walhasil Prapto benar-benar menjadi kuda hitam yang pada akhirnya bisa melampiaskan tenaga kudanya. Namanya juga pengantin baru dengan istri cantik, nyaris di rumah Prapto hanya sarungan melulu.

Sekian puluh tahun telah berlalu, semua bekas kekasih Yati telah membangun karier masing-masing. Dari bekas pacar itu di zaman WA-nan ini suka japri-japrian lewat grup. Kalau ketemu pun suka lirak-lirik, mengagumi kecantikan Yati yang nyaris tidak luntur. Padahal bagi Praptono yang sudah tahu luar-dalamnya, biasa saja.

Belakangan bekas pacar yang kini di Jakarta dan jadi produser film, sering ke Surabaya untuk mengajak Yati main film. Langsung saja Prapto melarang. “Nggak boleh. Sekarang alasan main film, lama-lama main ranjang.” Kata Prapto, ada nada cemburu dalam kalimatnya.

Yati sudah meyakinkan, ini murni urusan film. Kalau mau selingkuh, sudah dari dulu ditinggalkan suaminya yang miskin dan lugu itu. Tapi karena memang cinta pada keluarga, biar suami jelek tampang sampai ke rejekinya, tetap diterima apa adanya. Tapi Prapto tak mau mengerti juga. Saking kesalnya, konflik rumahtangga ini berujung di Pengadilan Agama. Jelasnya: Yati menggugat cerai.

Dalam sidang terungkap, Yati menggugat cerai sebetulnya hanya gertak sambal, agar suami mengubah sikapnya yang katrok dan ndeso. Percayalah, istrimu yang cantik ini tetap setia pada panji-panji rumahtangga, meski suaminya jelek dan miskin.

Biar miskin, kan nggak sampai dapat beras Raskin. (JPNN/Gunarso TS)