Monday, 10 December 2018

Tahun 2018

Operator Pelabuhan Tangani Langsung Pengerukan Pelabuhan Komersil

Rabu, 30 Agustus 2017 — 9:15 WIB
Kegiatan pengerukan di salah satu pelabuhan di Indonesia.(dok)

Kegiatan pengerukan di salah satu pelabuhan di Indonesia.(dok)

JAKARTA (Pos Kota) – Pasca ditangkapnya ATB usai menerima suap kasus pengerukan alur laut pelabuhan, mulai tahun 2018 semua Proyek pengerukan pelabuhan komersial  akan ditangani langsung oleh operator pelabuhan.

Hal ini ditegaskan Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Laut Bay M. Hasani di Jakarta. “Mulai tahun 2018, Kemenhub tidak akan memberikan anggaran untuk pengerukan di pelabuhan komersial, tapi ditangani masing-masing operator pelabuhan,” tegas Bay.

Sedangkan  anggaran pengerukan yang ada di Kemenhub akan dialihkan untuk membangun atau mengembangkan infrastruktur transportasi di pulau-pulau terdepan, terdalam dan terpencil.

Bay menambahkan perubahan skema pembiayaan pekerjaan pengerukan pelabuhan komersial ini merupakan salah satu tugas strategis Kemenhub.

“Saya diberi tugas Pak Menhub untuk mempesiapkan skema pembiayaan pengerukan pelabuhan komersial yang nantinya ditangung oleh masing-masing Operator pelabuhan,” ujar Bay.

Data Kementerian Perhubungan menyebutkan,  pada tahun 2017 terdapat proyek pekerjaan pengerukan di 9 pelabuhan dengan total nilai kontrak Rp 312.586.435.000.

Dari sembilan proyek tersebut terdapat  satu pelabuhan komersial yaitu Pelabuhan Tanjung Emas.

Sedangkan pada tahun 2016 terdapat 11 lokasi pelabuhan yang memiliki pekerjaan pengerukan alur pelayaran maupun pengerukan kolam pelabuhan dengan total nilai kontrak Rp 521.957.180.000.

Dari 11 proyek tersebut terdapat 7  pelabuhan komersial yaitu Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Samarinda, Pelabuhan Pontianak, Pelabuhan Benoa, dan Pelabuhan Belawan. (dwi/tri)