Friday, 14 December 2018

Rawan Kecelakaan

Pengemudi Ojek Online Perlu Dilindungi Program Jaminan Sosial

Rabu, 30 Agustus 2017 — 10:39 WIB
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Selatan Amdaustri Putra Tura serahkan bingkisan pada pengemudi ojek.(Ist)

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Selatan Amdaustri Putra Tura serahkan bingkisan pada pengemudi ojek.(Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 10.000 pengemudi ojek online dari berbagai komunitas,  ramaikan kegiatan Sosialisasi dan Silahturahmi Akbar Ojek Online Indonesia di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan (27/08/2017).

Kegiatan silaturahmi akbar tersebut diselenggarakan oleh komunitas ojek online se Indonesia. BPJS Ketenagakerjaan cabang Jakarta Salemba berpartisipasi dalam acara tersebut guna memberikan edukasi dan sosialisasi sekaligus membuka pendaftaran bagi peserta yang hadir

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Salemba Amdaustri Putra Tura atau yang akrab disapa Riri mengungkapkan, kegiatan silaturahmi akbar tersebut merupakan rangkaian kegiatan perayaan HUT RI ke 74 yang diselenggarakan  pengemudi ojek online di Indonesia.

“Risiko kerja yang dihadapi pengemudi ojek online sangat besar dijalan. Oleh karena itu perlu  perlindungan jaminan sosial minimal berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm),” jelas Riri pada pengemudi ojek yang hadir.

Dijelaskannya, pengemudi ojek online masuk dalam kategori peserta BPU (bukan penerima upah) atau informal. Karena itu, mereka hanya diwajibkan mengikuti dua program,  yaitu JKK dan JKm.

“Sedangkan Jaminan Hari Tua (JHT) bersifat optional. Total iuran JKK dan JKm perbulannya sebesar Rp. 16.800. Bila ditambahkan dengan JHT, peserta mandiri dikenakan iuran Rp. 36.800 perbulan. Dengan iuran murah, dapat  program lengkap. Ada kecelakaan kerja, kematian, dan kalau dia mau investasi bisa ikut program Jaminan Hari Tua,” ujar Riri.

Saat ini, kepesertaan pengemudi ojek online di Jakarta sekitar seribuan orang, dan yang tercatat di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Salemba, ada 200 pengemudi ojek.(Tri)