Tuesday, 20 August 2019

Sindikat Wanita Penipu Ini Cari Korbannya Ibu-ibu Majelis Taklim

Rabu, 30 Agustus 2017 — 19:29 WIB
Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono didampingi Kapolsek Pademangan Kompol Sri Suhartatik menunjukkan barang perhiasan dicuri pelaku. (ilham)

Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono didampingi Kapolsek Pademangan Kompol Sri Suhartatik menunjukkan barang perhiasan dicuri pelaku. (ilham)

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Majelis Taklim dan dua jamaahnya menjadi korban sindikat penipuan di Pademangan, Jakarta Utara. Keempat korban harus kehilangan perhiasan emas total seberat 157, 23 gram. Mereka tertipu setelah diajak dua pelaku untuk ikut acara sosial santunan anak yatim.

Mendapat laporan Tim Resmob Polsek Pademangan menciduk satu dari dua pelaku, RI, 34 di rumahnya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Satu rekan pelaku berinisial, L, yang juga wanita hingga kini masih diburu.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono mengatakan, terduga yang ditangkap merupakan residivis dalam kasus yang sama dan menjalani hukaman selama 1, 5 tahun di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. “Kami masih mengejar rekan pelaku yang disebutkan. Pelaku ini sudah terlatih dan sebelum melakukan aksinya mereka terlebih dahulu survei calon korbannya,” kata Dwiyono, Rabu (30/8).

Dikatakan, korbannya sengaja dipilih adalah ibu-ibu majelis taklim, selain berjiwa sosial juga orang mapan. Dan setiap menjalankan aksinya sindikat wanita penipu ini berpura-pura akan mengadakan kegiatan sosial untuk membantu yang membutuhkan termasuk anak yatim piatu. “Kegiatan amal banyak yang simpati dan mau. Apalagi korban diimingi pelaku akan mendapat baju ngaji dan uang transport Rp 150 ribu per orang jika ikut,” ujarnya.

Dari pelaku, polisi menyita barang bukti, berbagai macam perhiasan emas, seperti kalung, gelang, cincin, dan liontin. Selain itu juga disita 4 lembar kwitansi pembelian perhiasan dari toko emas milik para korban. “Pengakuannya hasil kejahatannya untuk menghidupi dua anaknya karena suaminya ditahan terkait kasus narkoba. Dan ia sudah sekitar ” ucapnya.

Aksi penipuan yang menimpa, guru ngaji dan dua muridnya Ros 50 dan Siti 50, terjadi pada Sabtu (26/8). Pelaku sebelumnya melakukan survei mencari ibu-ibu majelis taklim di kawasan Pademangan. Selanjutnya, pelaku mengincar ketua majelis taklim (guru ngaji) untuk bisa menggaet korban lainnya.

Ibu dua anak ini kemudian langsung mendatangi rumah guru ngaji dan berpura-pura mengaku dari acara amal dan akan melakukan kegiatan sosial menyantuni anak yatim di ITC Mangga Dua. Karena meyakinkan guru ngaji lalu mengajak empat rekannya untuk ikut kegiatan acara amal santunan anak yatim di ITC Mangga Dua bersama pelaku.

Sesampai di ITC Mangga Dua menggunakan taksi online korban lalu diajak pelaku ke counter jual empek-empek palembang di lantai dasar karena untuk mendapatkan baju ngaji dan uang transport Rp 150 ribu harus terlebih dahulu wawancara.

Usai wawancara, pelaku lalu meminta barang berharga milik korban, seperti perhiasan, handphone dan dompet untuk dilepas dan disimpan satu tas. Pelaku beralasan kalau membawa barang perhiasan terlihat terlalu mencolok.

Hanya tiga korban yang melepas barang berharganya ditaruh satu tas, kemudian dihadapan korban pelaku menitipkan tas tersebut di counter jual empek-empek. Pedagang empek-empek sendiri sempat menolaknya, tapi karena dibilang sebentar pedagang tersebut bersedia.

Pelaku selanjutnya mengajak dua korban ke lantai 4 lokasi tempat mengambil baju dan uang transport dan dua rekan korban disuruh menunggu di bawah. Sampai di lantai 4 pelaku lalu turun dan mengaku kepada korban ada barang yang ketinggalan.

Selanjutnya, dua korban yang menunggu dibawa pelaku naik ke lantai 3 sengaja dipisahkan dengan temannya. Pelaku kembali mengaku mau turun karena ada yang ketinggalan. Saat turun tersebut, pelaku langsung kabur mengambil tas berisi barang berharga milik korban yang dititipkan di penjual empek-empek.

Pelaku yang menunggu berjam-jam baru sadar menjadi korban penipuan setelah mengecek perhiasan emasnya sudah raib saat dititipkan. “Pelaku ini bukan menghipnotis, tapi karena cara ajakannya yang meyakinkan ketiga korban. Dari aksi penipuan ini pelaku meraup uang puluhan juta dari korbannya,” pungkas Kapolres. (ilham)