Tuesday, 21 November 2017

Darurat Prestasi Olahraga

Kamis, 31 Agustus 2017 — 5:44 WIB

KECEWA. Kata ini yang diutarakan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla melihat perolehan medali emas di ajang SEA Games 2017 di Malaysia. Perkiraannya Indonesia bisa menjadi juara umum atau pun bila meleset nomor dua setelah tuan rumah ternyata tak terwujud.

Nyatanya sehari sebelum ditutup, posisi Indonesia dalam perolehan medali cuma 38 emas, 62 perak, dan 85 perunggu hanya mampu bertengger di urutan lima dari 11 negara peserta pesta olahraga bernamakan ASEAN Games. Padahal pada SEA Games 2011, Indonesia juara umum dengan 182 emas, 151 perak, dan 143 perunggu.

Kekecewaan JK sepertinya juga mewakili perasaan yang sama sebagian besar rakyat Indonesia. Betapa tidak? Indonesia yang notabene sebagai negara terbesar di Asean seharusnya kurang pas bila berada di posisi lima.

Selain jumlah penduduknya terbanyak di antara seluruh peserta SEA Games, Indonesia juga bertaburan bibit potensial atlet dalam semua cabang olahraga. Jumlah penduduk Indonesia saat ini tidak kurang dari 260 juta jiwa.

Bila mencermati pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang hanya menargetkan Indonesia berada di urutan empat besar dengan 55 medali emas di SEA Games ke 29 Malaysia, sebenarnya telah menggambarkan ketertinggalan kondisi olahraga di negeri ini.

Tidak bermaksud mencari kambing hitam atau menyalahkan siapa-siapa dalam pacekliknya perolehan medali di SEA Games. Tetapi, fakta ini tidak boleh diumpetin dan Presiden Jokowi segera mengevaluasi secara menyeluruh pembianaan olahraga di negeri tercinta ini.

Presiden Jokowi harus memiliki political will (kemauan politik) dan menerapkan arah kebijakan yang konsisten dalam memajukan olahraga. Langkah itu antar lain bisa dijabarkan dengan keseriusan membina atlet dari daerah sampai pusat. Memperbanyak infrastruktur olahraga, mengalokasikan anggaran yang signifikan, dan dukungan-dukungan lainnya.

Prestasi di bidang apapun termasuk olahraga tidak bisa seperti sulapan atau membalikkan telapak tangan, tetapi harus dirancang, harus melalui pembinaan berjenjang, harus menyediakan infrastruktur memadai, anggaran signifikan, dan strategi lainnya.

Indonesia harus bangkit dan menjadi yang terbaik lagi dalam urusan olahraga di kancah SEA Games. Tatap pesta olahraga Asian Games 2018 yang dijadwalkan digelar di Indonesia dengan prestasi membanggakan. Jangan seperti di SEA Games 2017 sekarang, kita darurat prestasi. @*