Friday, 20 September 2019

PKL dan UMKM Juga Berhak Dapat Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Kamis, 31 Agustus 2017 — 12:25 WIB
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Salemba, Amdaustri Putra Tura dan Wakil Walikota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara usai menyerahkan simbolis kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan pada PKL.(Ist)

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Salemba, Amdaustri Putra Tura dan Wakil Walikota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara usai menyerahkan simbolis kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan pada PKL.(Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Pedagang kaki lima (PKL) juga berhak mendapat perlindungan jaminan sosial, kata  Kepala Kantor  Cabang BPJS Ketenagakerjaan  Salemba,   Amdaustri Putra Tura saat menyosialisasikan   Program  BPJS  Ketenagakerjaan Bagi Pedagang Kaki  Lima dan UMKM di Kantor Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2017).

Dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Walikota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara,  Amdaustri Putra Tura yang akrab disapa Riri mengungkapkan, PKL dan UMKM bisa menjadi peserta hanya dengan membayar iuran sebesar Rp. 16.800 perbulan.

“Dengan iuran sebesar ini,  para PKL mendapatkan dua program perlindungan sekaligus, yaitu  Jaminan kecelakaan kerja dan Jaminan kematian. Mereka masuk kategori peserta Bukan Penerima Upah (BPU), “ jelas Riri.

Manfaat yang diperoleh peserta, lanjutnya, adalah  pengobatan total peserta sampai sembuh unlimited (sesuai indikasi medis) atau disebut return to work,  bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja.

“Untuk kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan  jaminan 48 bulan kali upah kepada ahli waris. Selain itu,  peserta akan mendapatkan santunan kematian sebesar Rp. 24 juta yang diberikan pada ahli waris apabila mengalami musibah meninggal dunia ditambah bea siswa bagi satu anak peserta yang masih sekolah hingga kuliah,” tambahnya..

Menurutnya, dengan mengikuti program ini, para PKL dan UMKM  sudah  melakukan langkah antisipasi apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Kami juga berkomitmen akan terus memberikan pelayanan terbaik, dengan mempermudah dan mempercepat pemberian  manfaat kepersertaan bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan,”  terangnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Jakarta Pusat  Bayu Meghantara menerangkan,  Jaminan ketenagakerjaan ini merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat mulai dari pekerja hingga PKL dan UMKM.

Menurutnya, siapa pun bisa mengalami musibah mulai dari kecelakaan kerja bahkan ada yang berujung kematian. Untuk itu, program ini merupakan langkah ikhtiar pemerintah bersama PKL untuk melindungi diri dari musibah saat bekerja.

“Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi pada kita, maka dari itu kita harus berusaha melindungi diri kita saat bekerja. Meskipun  bapak-ibu berjualan, tapi ada risiko yang bisa terjadi ketika pergi dan pulang  ke  rumah untuk berdagang,” ungkapnya. (Tri)