Monday, 22 July 2019

Menaker: ASEAN Harus Punya Tekad Kolektif Percepat Pembangunan K3

Minggu, 3 September 2017 — 10:24 WIB
Menaker Hanif Dhakiri.(Ist)

Menaker Hanif Dhakiri.(Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Harus ada tekad kolektif ASEAN untuk mempercepat pengembangan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan meningkatkan standar, kinerja dan kemampuan ASEAN melalui langkah-langkah untuk mengatasi risiko dan bahaya yang muncul di lingkungan bisnis dan teknologi baru yang berkembang.
Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan M.  Hanif Dhakiri saat menghadiri  ASEAN Labour Ministers Meeting on Occupational Safety and Health at the XXI World Congress On Safety and Health at Work 2017 ( Pertemuan Menteri-Menteri Tenaga Kerja ASEAN  dalam  Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)  pada Kongres Dunia  ke-21 tentang K3 yang diadakan di Singapura pada 3-8 September 2017.
Acara Kongres Dunia tingkat ASEAN tentang K3 ini dihadiri oleh Menteri- menteri Tenaga Kerja negara-negara ASEAN yang terdiri dari 10 negara yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja.
“Pertemuan tingkat Menteri  ini untuk memperkuat komitmen dan kerja sama negara-negara ASEAN  dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan kerja,” kata Menteri Hanif di Jakarta pada Sabtu  (2/9/2017).
Menteri  Hanif mengatakan kerja sama negara-negara ASEAN dalam penerapan standar K3  sangat penting karena setiap pekerja memiliki hak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Menurutnya,   penerapan K3 di negara-negara kawasan ASEAN ini ditujukan juga untuk meningkatkan aspek perlindungan bagi para pekerja dan mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan (SDGs).
“Penerapan standar  K3 di kawasan ASEAN  ini juga dapat memotivasi kita untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi  berkelanjutan pada tahun 2030 dan untuk menciptakan pekerjaan yang layak untuk semua, “kata Hanif.
Kerangka kerja K3 yang kuat di kawasan ASEAN,lanjutnya,  akan memberikan landasan yang kuat dalam mendukung tujuan Masyarakat Sosio-Kultural ASEAN untuk mengangkat kualitas hidup masyarakatnya dengan menempatkan kesejahteraan mereka sebagai prioritasnya.
Dalam kunjungan kerja ke Singapura ini, Menteri Hanif juga diagendakan akan melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Singapura untuk meninjau pelatihan TKI yang diselenggarakan KBRI Singapura.
Selain itu, Menteri Hanif diagendakan juga melakukan  pertemuan bilateral dalam acara  jamuan makan malam dengan Menteri Tenaga Kerja  Singapura dan melakukan kunjungan ke “Workforce” Singapura.(Tri)