Monday, 24 September 2018

Depok Tertibkan Trotoar, PKL Ketar-ketir

Senin, 4 September 2017 — 20:31 WIB
Sejumlah petugas Satpol PP Kota Depok saat membongkar lapak jualan pedagang di kawasan perumahan Maharaja, Depok. (anton)

Sejumlah petugas Satpol PP Kota Depok saat membongkar lapak jualan pedagang di kawasan perumahan Maharaja, Depok. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Pedagang kaki lima (PKL) yang membuka lapak di pinggir jalan dan atas trotoar di sejumlah ruas jalan di Kota Depok bakal disikat habis setelah sebelumnya diberikan surat peringatan Satpol PP.  Hal ini yang kemudian membuat PKL di Jalan Pemuda ketar-ketir karena bakal digusur Satpol PP.

“Kami sama sekali tidak mengganggu pemakai kendaraan yang melintas dan buka usahanya hanya malam hari saja, tapi kenapa ditertibkan juga,” ujar Ridwan, pedagang pecel lele di jalan lingkungan perumahan Maharaja, Depok, Senin (4/9).

Seharusnya, lanjut dia, kegiatan penertiban atau pembongkaran yang dilakukan jajaran Satpol PP setempat melihat tempat dan kondisi di lapangan.

“Kalau kami buka usaha di pinggir jalan utama dan protokol jelas harus ditertibkan tapi kami di dalam lingkungan perumahan bahkan penghuni juga tidak ada yang keberatan,” ungkapnya.

Lain halnya, Ujang, pedagang rokok di Jl. Raya Pemuda, Depok Lama, mengaku ketar-ketir setelah menerima surat peringatan dan harus pindah jualan dari lokasi yang telah ditempat lebih dari lima tahun.

“Sama sekali tidak mengganggu pemakai kendaraan atau yang melintas di Jl. Raya Pemuda tapi tetap saja dipaksa harus pindah setelah menerima surat teguran dan difoto petugas,” katanya.

24 PEDAGANG

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Depok, Dudi Mir’az, mengatakan untuk lapak dan pedagang di kawasan perumahan Maharaja Depok memang sejak lama sudah diminta untuk membongkar sendiri tempat usaha tersebut setelah dikeluhkan penghuni kompleks.

Mereka telah membongkar sendiri tempat usahanya dan sebagian dibantu petugas Satpol PP, ujarnya yang menambahkan untuk pedagang di sepanjang Jl. Raya Pemuda, Depok Lama memang diberikan surat peringatan hingga 7 September 2017 mendatang bila tidak akan dibongkar paksa petugas.

“Kami telah berikan surat peringatan ke pedagang untuk membongkar sendiri tempat usaha dan pindah dari lokasi yang ada,” tuturnya kebanyakan pedagang itu berada di atas trotoar maupun atas saluran air yang jelas mengganggu ketertiban lingkungan. (anton/win)