Thursday, 23 November 2017

DKI Batasi Penggunaan Air Tanah

Senin, 4 September 2017 — 12:33 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta berupaya membatasi penggunaan air tanah. Untuk merealisasi tersebut, pihaknya melalui PAM Jaya menambah jaringan pipa air bersih di lingkungan masyarakat yang selama ini belum terlayani.

“Penggunaan air tanah secara terus-menerus telah mengakibatkan menurunnya permukaan tanah di Ibukota,” ujar Deputi Geburnur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Oswar ā€ŽMuadzin Mungkasa di Balaikota, Senin (4/9/2017).

Penurunan muka tanah paling parah terjadi di kawasan pesisir yakni sebagian besar wilayah kota Jakarta Utara.

“Turunnya sekitar tujuh sentimeter per tahun. Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka muka tanah di Jakarta akan semakin ambles,” ujar Oswar yang mengharapkan kesadaran masyarakat agar tidak berlebihan menggunakan air tanah. “Penggunaan air tanah secara massal dan kontinu, terbukti nyata menurunkan muka tanah,” sambungnya.

Oswar mengimbau masyarakat untuk lebih berhemat menggunakan air tanah. “Kalau setiap rumah tangga berhemat sekitar dua liter sehari, maka akan mengurangi tingkat penurunan muka tanah. Saat ini muka tanah Jakarta lebih rendah dari permukaan air laut. Ibukota tidak terendam banjir dari air laut karena terbantu oleh rumah pompa. Tanpa adanya rumah pompa, kita akan kebanjiran tiap saat,” paparnya.

Untuk mengurangi penggunaan air tanah, PAM Jaya telah ditugaskan untuk memasang jaringan air bersih di kawasan permukiman yang selama ini belum terjamah oleh pelayanan dari PT Palyja ataupun PT Aetra, selaku mitra kerja PAM Jaya.

“Selain itu, kami juga menggalakkan kegiatan penampungan air hujan di kawasan permukiman,” tambah Oswar.

(joko/sir)