Monday, 20 November 2017

Mesum dengan Tetangga Saat Suami Kerja Lembur

Senin, 4 September 2017 — 8:10 WIB
lo

SUAMI kerja lembur sampai malam, di rumah istri malah “lembur” (lempengin burung) dengan lelaki tetangga. Begitulah kelakuan Lilik, 34, warga Wonosari (DIY). Habib, 41, segera minta bantuan tetangga untuk menggerebeknya. Hasilnya, Barli, 41, dan Lilik tak berkutik ketika disenter warga dalam kondisi nyaris bugil.

Suami kerja sampai lembur-lembur karena untuk meningkatkan penghasilan keluarga. Tapi jika keasyikan lembur sampai lupa bini di rumah, itu tanda bahaya rumahtangga telah mengancam. Sebab istri cap apapun, takkan puas bila hanya dicukupi dengan benggol (baca: uang). Sebab yang namanya bonggol juga merupakan kebutuhan primer untuk seorang istri.

Habib warga Wonosari Kabupaten Gunung Kidul, selama ini bekerja di perusahaan swasta. Untuk menambah penghasilan, dia sering lembur sampai pukul 22.00 malam. Dengan cara demikian kebutuhan keluarganya agak lumayan tercukupi. Setidaknya, makan bisa 3 kali sehari 25 sendok makan. Sayurnya juga variatif, bukan sayur kencing kudak (sayur asem) melulu. Anak-anak juga bisa sekolah dengan baik.

Tapi yaitu tadi. Karena terlalu sering lembur, Habib jadi kecapekan setiap sampai di rumah. Bayangkan, pulang lembur pukul 22.00 sampai rumah jam 23.00. Sudah kecapekan kan, sehingga Habib setibanya di rumah langsung tidur, melupakan kewajibannya sebagai seorang suami.

Dalam usia belum kepala empat, Ny. Lilik istri Habib memang masih sangat enerjik dan kaya akan stamina. Sayangnya, suami tak bisa memberi kehangatan malam secara rutin. Jatah yang mestinya seminggu dua kali, Habib sering hanya memberikan sebulan sekali. Itupun asal-asalan. Ibarat bulutangkis, maunya Lilik lop-lop panjang, tapi Habib paling-paling memberikan backhand.

Untuk merangsang gairah suami, Lilik suka pakai baju transparan. Tapi ternyata itu tak ngefek bagi Habib. Baginya, tidur karena capek lebih mengasyikkan ketimbang meniduri istri yang sebuah kewajiban. “Kalau begini terus, lama-lama gue bisa mangsuk angin,” keluh Ny. Lilik.

Adalah lelaki tetangga Habib, namanya Barli. Dia rupanya tahu betul akan kegelisahan batin bini tetangganya itu. Sepertinya dia tahu banya bini Habib ini sangat kesepian setiap malam. Padahal Ny. Lilik ini jug masih tampak cantik nan seksi, meski sudah beberapa kali turun mesin. “Jika dia butuh pertolongan, saya juga siap membantu.” Kata Barli sok sosial.

Sekali waktu Barli – Lilik bisa terlibat obrolan antar tetangga. Lama-lama menjurus ke masalah sensitip. Dugaan Barli benar adanya. Lilik memang sangat kesepian, karena antara bonggol dan benggol distribusinya tidak berbanding lurus. Yakin akan prediksinya, Barli jadi semakin berani. Kebetulan saat itu di rumah Habib sedang sepi. Langsung saja Lilik disergapnya, …..hip! Hasilnya, Barli keringetan, Lilik merem melek.

Lantaran sama-sama puas, Barli-Lilik seakan mengadopsi program politik partai politik: lanjutkan! Setiap Habib lembur di kantor, di rumah mereka justru “lempengin burung”. Cuma kali ini sial. Habib pulang lebih cepat, sehingga tanpa sengaja memergoki bagaimana Barli-Lilik bergulat antara hidup dan mati.

Habib segera menghubungi tetangga, dan pasangan mesum itu digerebek. Disorot senter batu 3 di dalam kamar, Barli – Lilik yang nyaris bugil itu tak berkutik. Hampir saja warga emosi, untung polisi segera datang dan mengamankan dua sejoli itu ke Polsek Wonosari. Habib memang tidak terima burung Barli hinggap ke mana-mana.

Burung Barli jenis kacer apa trocokan, tuh! (KR/Gunarso TS)