Saturday, 17 November 2018

Patrialis Akbar Menunggu Putusan Majelis Hakim di Sidang Tipikor Hari Ini

Senin, 4 September 2017 — 12:35 WIB
Patrialis hadapi sidang putusan  di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.(doc)

Patrialis hadapi sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.(doc)

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar bakal menerima vonis oleh Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/9/2017).

Sebelumnya, jaksa KPK  menuntut Patrialis dengan hukuman 12 tahun 6 bulan penjara  dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan karena terbukti menerima suap dari pengusaha impor daging, Basuki Hariman, dan anak buahnya, Ng Fenny, terkait uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Saat ini sidang sedang berlangsung di Ruang Mr. Koesoemah Atmadja 2 lantai 1, Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, sejak sekitar pukul 11:30 WIB. Mengenakan jas berwarna hitam, Patrialis tampak fokus mendengarkan paparan amar putusan yang dibacakan majelis hakim diketuai Nawawi Pomolango.

Sejumlah kerabat dan keluarganya tampak  hadir memenuhi ruang sidang. Mereka datang untuk menyaksikan langsung jalannya sidang putusan sekaligus memberikan dukungan moril kepada mantan Menkumham itu.

Sebelumnya, Jaksa KPK pada tuntutannya menyatakan perbuatan Patrialis tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi. Selain itu juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap MK.

Jaksa juga menilai  Patrialis kerap berbelit-belit memberikan keterangan di persidangan. Meski begitu, terdakwa dianggap sopan dalam persidangan dan masih memiliki tanggungan keluarga.

Patrialis dianggap terbukti menerima hadiah uang sebesar 70 ribu dolar AS dan janji sebesar Rp2 miliar dari Basuki Hariman yang merupakan pemilik PT Impexindo Pratama, PT Cahaya Timur Utama, PT Cahaya Sakti Utama dan CV Sumber Laut Perkasa dan anak buahnya NG Fenny melalui Kamaludin.

Sementara itu, penyuap Patrialis Akbar yaitu pengusaha Basuki Hariman divonis majelis hakim dengan hukuman pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 400 juta subsider tiga bulan kurungan penjara.

Sedangkan sekretaris penyuap Patrialis Akbar, NG Fenny divonis dengan hukuman lima tahun penjara.(Yulian/tri)