Tuesday, 21 November 2017

Ancaman Denda Rp20 Juta Trotoar Tetap Diserobot

Selasa, 5 September 2017 — 4:50 WIB

PENEROBOS trotoar siap-siap merogoh kocek jutaan rupiah karena dalam waktu dekat pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mengenakan sanksi keras. Tak tanggung-tanggung, hukumannya maksimal 60 hari kurungan serta denda maskimal Rp20 juta.

Hukuman tegas terhadap pelanggar hukum, patut diapresiasi. Denda Rp20 juta tentu akan membuat pengendara motor berfikir seribu kali menyerobot trotoar. Dalam Perda No. 5 Tahun 2014 sudah dijelaskan tentang fungsi fasilitas pejalan kaki, salah satunya adalah trotoar. Payung hukumnya, UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu-lintas Angkutan Jalan (LLAJ).

Trotoar memang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Selama ini hak pejalan kaki terampas karena trotoar selain digunakan sebagai tempat parkir, pengendara sepeda motor juga seringkali menerobos naik ke trotoar dengan alasan menghindari kemacetan lalu lintas.

Hanya saja pertanyaannya, efektifkah sanksi hukum tersebut. Karena seringkali aturan ditegakkan setengah-setengah, tidak serius alias ‘angin-anginan’. Hukum ditegakkan hanya pada saat menggelar razia. Contohnya, operasi ‘Bulan Tertib Trotoar’ yang digalakkan Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya pada Juli-Agustus 2017. Selepas operasi, pelanggaran muncul lagi.

Pada saat digelar Bulan Tertib Trotoar, sangat banyak pengendara yang ditilang. Polda mencatat, selama sebulan operasi digelar, 15.771 pengendara motor ditilang di lima wilayah DKI akibat menyerobot trotoar. Data ini menunjukkan, setiap hari ada ribuan pengendara melanggar hukum.

Dengan diberlakukannya sanksi tegas tersebut, akankan trotoar steril? Tidak ada jaminan, karena penyerobot bakal kucing-kucingan dengan petugas. Penyebabnya, tak ada konsistensi petugas melakukan pengawasan. Harus diakui, mental disiplin pengendara di jalan raya sangatlah rendah.

Tengok saja jalur khusus bus Transjakarta yang belum juga steril. Ancaman denda Rp500 ribu kini tak lagi tak digubris pengendara. Setiap hari masyarakat menyaksikan banyak motor, mobil bahkan angkutan umum melaju bebas di jalur tersebut. Itu sebabnya sanksi denda Rp20 juta bagi penyerobot trotoar disambut pesismistis, dianggap hanya ‘gertak sambal’.

Bila ingin aturan ini efektif, maka aparat pun harus konsisten. Tempatkan petugas di titik-titik rawan pelanggaran, tegakkan hukum secara tegas. Jangan ‘angin-anginan’. **