Monday, 20 November 2017

Kurang Perkasa di Ranjang Burungnya Diolesi Balsem

Selasa, 5 September 2017 — 6:55 WIB
wadu

LELAKI perkasa sepanjang masa, menjadi idaman wanita. Tapi Subar, 40, dari Balikpapan (Kaltim) ini sungguh malang. Baru dalam usia lima windu, sudah letoy bak kayu dimakan bubuk. Untuk bisa perkasa lagi, “burung”-nya yang imut-imut itu diolesi balsam. Malah kelojotan dan istri minta cerai.

Bagi kalangan lelaki, seks sering dijadikan panglima. Bila tak perkasa di atas ranjang, bingung mencari solusi. Pejabat pada mark up proyek, dia malah mark up burung. Ada yang berhasil tapi banyak pula yang mengalami kegagalan. Paling apes adalah, sudah gagal meningkatkan kekuatan, eh…..bini malah minta cerai.

Subar warga Balikpapan, bahagianya luar biasa ketika berhasil mempersunting Sofiah, 35, sekitar 15 tahun lalu. Di samping cantik, bodinya juga seksi menggiurkan. Maka saat pengantin baru dulu, hampir setiap hari Subar sarungan melulu dan banyak mandi junub. Maklum, namanya juga kemaruk punya bini cantik.

Sejumlah anak telah lahir dari kerjasama nirlaba selama 15 tahun itu. Tapi sesuai dengan pertambahan usia, stamina Subar sebagai lelaki menurun. Celakanya, penyusutan kekuatan itu terjadi justru di usia baru kepala empat. Padahal dalam usia seperti itu, mestinya Subar lebih rosa-rosa ketimbang Mbah Marijan.

Yang terjadi justru terjadi gradasi menjurus ke impotensi. Dia tak bisa lagi memuaskan istrinya. Berbagai ramuan tradisional sudah dicoba, tapi tak menolong keadaan. “Burung” miliknya sudah tidak bisa lagi bernyanyi tri li li……. Subar pun panik, takut istri berpaling pada lelaki lain.

Subar langsung berkonsultasi pada dokter. Siapa tahu dengan injeksi obat tertentu, burungnya jadi tegak perkasa seperti gedung “Sapta Pesona” di Jalan Mereka Barat, Jakarta. Tapi diagnose dokter sungguh mengagetkan, Subar mengidap impotensi permanent. Artinya, tak bisa lagi diobati.

Lemas sudah Subar mendengar vonis dokter. Di rumah istri malah menyarankan olesi saja pakai balsem cap macan! Sebetulnya kata-kata istrinya itu bukan ucapan serius, tapi sekedar meledek. Ternyata suami menanggapi dengan penuh perhatian. Sebab Subar memang tidak mau dicap sebagai lelaki ayam sayur.

Tanpa curiga Subar langsung mengolesi burung miliknya yang imut-imut itu dengan balsam. Awalnya sih tak terasa. Tapi tak lama kemudian, burungnya terasa panas seperti terbakar. Langsung saja Subar kelojotan. Paling celaka, seminggu kemudian Sofiah istrinya justru menggugat cerai ke Pengadilan Agama Samarinda. Alasan Sofiah, mumpung masih muda, harus segera menentukan sikap.

Kalau nggak cerai, ibarat barang bagus hanya bulukan di hanger. (JPNN/Gunarso TS)