Tuesday, 25 September 2018

Aung San Suu Kyi: Semua Pihak Dilindungi di Rakhine

Rabu, 6 September 2017 — 15:35 WIB
Pemimpin De Facto Myanmar Aung San Suu Kyi.(Ist)

Pemimpin De Facto Myanmar Aung San Suu Kyi.(Ist)

MYANMAR- Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, mengatakan pihaknya melindungi semua pihak di negara bagian Rakhine.

Dalam pernyataan resminya sejak krisis pengungsi Rohingya merebak pada 25 Agustus, Suu Kyi berkata: “Kami sangat paham, lebih dari sebagian besar orang, apa maknanya kekurangan perlindungan hak asasi dan demokrasi.”

“Karena itu kami memastikan bahwa semua orang di negara kami mendapat perlindungan hak mereka, dan juga hak serta perlindungan politik, sosial, dan kemanusiaan,” papar Suu Kyi, seperti dilansir BBC.

Saat berbincang dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Suu Kyi juga mengklaim pemerintah Myanmar telah “memulai melindungi semua orang di Rakhine sebaik mungkin.”

Suu Kyi mengeluhkan peredaran foto-foto palsu, yang menurutnya “puncak gunung es misinformasi yang dibuat untuk menciptakan banyak masalah antara komunitas berbeda dan untuk tujuan mengedepankan kepentingan teroris.”

Aung San Suu Kyi sebelumnya dikritik oleh pelapor khusus PBB untuk hak asasi di Myanmar karena dianggap tidak melindungi minoritas Muslim Rohingya.

Petisi melalui change.org dengan judul – Ambil Kembali Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi – telah ditandatangani lebih dari 300.000 sebelum diajukan ke Komite Nobel bila telah mencapai angka 500.000 tanda tangan.

Petisi serupa juga dilakukan melalui online lain termasuk avaaz.org dengan ribuan pendukung.(Tri)