Monday, 20 November 2017

Habis Menjagal Sapi Kurban di Rumah Menjagal PIL Istri

Rabu, 6 September 2017 — 7:08 WIB
marah

JANGAN main-main dengan istri tukang jagal, nasibnya bisa seperti Nurdin, 30, warga Sampit (Kalteng). Kepergok baru saja kelonan dengan Frida, 26, istri Mahmud, 32, langsung dijagal suami. Praktisi selingkuh muda itu langsung wasalam, sebab pisau jagal itu dari punggung tembus ke jantung.

Jadi tukang jagal sapi, paling laris bila bulan haji. Selama hari tasyrik, dia muterrrr saja terima orderan potong sapi. Ada yang bisa bawa pulang kulitnya, ada pula yang terima upah dalam bentuk kepala sapi. Di rumah bininya langsung bikin sayur brongkos. Tapi karena bagian congor (mulut) tak dipotong kecil-kecil, setiap diciduk….pringisss, bikin kaget orang.

Mahmud warga Ketapang, Sampit, Kotawaringin Timur, Kalteng, sebetulnya tak pernah bercita-cita jadi tukang jagal sapi. Tapi jaman sekarang cuma tamatan SMA mau jadi apa? Perusahaan enggan menampungnya, wong yang sarjana S1 saja ombyokan yang ditolaknya. Walhasil, mau tak mau Mahmud harus jadi generasi penerus.

Penerus apa? Ya penerus tukang jagal. Sebab bapaknya dulu juga jadi jagal sapi, jadi apa salahnya sang anak mengikuti jejaknya? Sebetulnya Mahmud kurang sreg dengan posisi itu. Tapi mau bagaimana lagi? Maka untuk menghibur diri, dia suka nyanyi lagunya Norma Sanger yang diperolehnya di Youtube. “Ee saya ini penjagal sapi, jika hari sudah petang, sapi pulang ke kandang, inilah kerjanya penjagal sapi, apa yang kupikirkan lagi. Yo hiye yo hihu…………”

Hebatnya Mahmud, meski pekerjaannya hanya penjagal sapi, ada juga gadis cantik yang mau jadi bininya. Habis enak sih jadi bini penjagal sapi. Makan daging sapi tak hanya ketika Lebaran Haji. Hari-hari biasa pun bisa, wong pekerjaan suami selalu berhubungan dengan sampil dan jerohan sapi. Mau direndang, dibikin gule atau tongseng, tinggal masak.

Tapi gara-gara istri cantik, sering isyu tak sedap selalu menyertainya. Ada kabar Frida punya PIL yang ganteng dan bermasa depan. Yang bilang begitu tak hanya satu orang, buanyakkkkk. Tapi Mahmud tak pernah mempercayainya. Semua itu dianggap hoax, meski yang memberi tahu bukanlah Jonru Ginting. “Yang memberitakan miring tentang istriku, jangan-jangan karena dia naksir juga.” Begitu kata Mahmud.

Tapi yang terlihat beberapa hari lalu sungguh mengagetkan. Dia baru saja pulang dari borongan jagal sapi kurban, eh di rumah mendapatkan istrinya sedang bercengkerama dengan lelaki lain. Sosok dan tokohnya sama persis dengan yang beredar selama ini. Kalau begitu isyu yang berembus selama ini benar dong?

Mahmud hendak menemui tamu tak diundang itu, tapi Frida mencegahnya. Hal ini bikin dia jadi emosi. Jangan-jangan tadi baru saja mereka berindehoy. Ingat di tasnya ada golok bekas buat motong-motong sapi, langsung saja ditusukkan ke punggung Nurdin. Tak menduga dapat serangan mendadak, PIL istri itu langsung ambruk. Tapi Mahmud belum puas, Nurdin yang sedang payah itu malah ditendang pula kepalanya beberapa kali.

Warga segera menolong korban dilarikan ke rumahsakit, tapi tak tertolong karena tusukan golok itu tembus dadi punggung ke jantung. Mahmud yang sudah ditangkap mengakui, penusukan itu sifatnya spontanitas, bukan direncanakan. “Saya tak pernah dendam sebelumnya,” kata Mahmud membela diri.

Dendam atau tidak, nyawa lepas tak bisa ditarik lagi. (JPNN/Gunarso TS)