Saturday, 20 July 2019

Lagi Hemat Anggaran, Penerimaan 16 Ribu CPNS Dinilai Tak Tepat

Rabu, 6 September 2017 — 20:41 WIB
Fuad Bawazier

Fuad Bawazier

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah membuka lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada tahun ini. Rekrutmen untuk 60 Kementerian/Lembaga dan satu Pemerintah Provinsi, yaitu Provinsi Kalimantan Utara, yang total jumlahnya mencapai 16 ribu orang.

Namun,  menurut mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier yang dihubungi,  di Jakarta,  Rabu malam (6/9), penerimaan CPNS sekarang ini tidak tepat. “Itu sangat memberatkan keuangan negara,” terang Fuad.

Ia mengatakan Presiden Jokowi di Tahun 2016 dan di Tahun 2017 senantiasa mengkampanyekan penghematan anggaran baik di kementerian maupun non kementerian,  bahkan semua instansi dipangkas anggarannya karena pemerintah ini sedang menghadapi persoalan keuangan,. Namun mengapa sekarang ini pemerintah mengeluarkan kebijakkan penerimaan CPNS.

Mantan Dirjen Pajak ini juga mengatakan pemerintah seharusnya tidak perlu melakukan   penerimaan CPNS,  tapi maksimalkan saja PNS (Pegawai Negeri Sipil)  yang ada.

Ditambahkan Fuad,  belanja pegawai sekarang ini sudah tinggi,  dan itu memberatkan anggaran pemerintah,  apalagi pemerintah sekarang ini sedang gencar-gencarnys membangun infrastruktur yang membutuhkan dana yang cukup besar.

Fuad menjelaskan dengan penerimaan CPNS tersebut maka dikhawatirkan akan menambah pengeluaran keuangan negara. “Penerimaan keuangan negara dari ekspor tidak bagus,  begitu juga dari sektor pajak tidak mencapai target,  maka ketika terjadi defisit keuangan negara,  salah satu jalannya mencari pinjaman dari luar negeri ” papar dia.

Ia menambahkan utang kita sudah cukup besar sekarang ini,  belum lagi harus membayar bunga dari utang tersebut. Sebab itu ,  tidak tepat kalau pemerintah melakukan penerimaan CPNS.

Sebelumnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur menyatakan bahwa pembukaan CPNS tahun ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan pegawai pada jabatan strategis guna menyukseskan program Nawacita.

Di samping itu, juga untuk menggantikan PNS yang telah pensiun serta untuk menambah sumber daya terkait dengan peningkatan beban kerja pada instansi tertentu. (Johara/win)