Tuesday, 21 November 2017

Olahraga Mampu Tingkatkan Performa Saat Bercinta

Rabu, 6 September 2017 — 13:04 WIB
Olahraga mampu tingkatkan performa seks selain menjaga kebugaran tubuh.(Ist)

Olahraga mampu tingkatkan performa seks selain menjaga kebugaran tubuh.(Ist)

OLAHRAGA dikatakan  mampu menciptakan efek domino terhadap performa seseorang saat bercinta. Dalam situs International Society for Sexual Medicine, disebutkan olahraga bisa menjadi alternatif menangani disfungsi ereksi pada laki-laki.

Saat laki-laki normal terangsang, peredaran darah ke alat vitalnya akan berjalan dengan lancar sehingga mampu membuat ereksi. Hal sebaliknya terjadi pada mereka yang mengalami problem disfungsi ereksi.

Problem peredaran darah ke alat vital yang terhambat ini bisa diakibatkan oleh gaya hidup tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi makanan berkolesterol, atau adanya riwayat tekanan darah, kadar gula, dan trigliserida yang tinggi.

Untuk memperbaiki sirkulasi darah, olahraga reguler dapat dilakukan, sehingga problem disfungsi ereksi pun dapat direduksi. Hal ini telah dibuktikan dalam studi yang dilansir WebMD, yang menyatakan bahwa para laki-laki dengan masalah seksual ini mengalami pengurangan gejala begitu melakukan olahraga teratur.

Studi lain dari Harvard terhadap 31.000 laki-laki di atas 50 tahun yang aktif secara fisik berkemungkinan lebih kecil untuk mengalami impotensi. Olahraga ringan semacam berjalan selama 30 menit pun bisa memperkecil kemungkinan disfungsi ereksi pada kemudian hari.

Salah satu olahraga yang bisa dilakukan laki-laki untuk mengatasi disfungsi ereksi adalah senam otot panggul, demikian disampaikan dalam studi dari University of the West, Inggris Raya.

Senam panggul atau kegel membantu 40 persen laki-laki dengan disfungsi ereksi untuk pulih.  Lazimnya, kegel dilakukan oleh perempuan untuk mengencangkan otot, khususnya pasca-melahirkan.

Kendati begitu, bukan berarti kegel tidak bermanfaat bagi  laki-laki. Latihan ini membantu memperkuat otot bulbocavernous yang berperan dalam ereksi, ejakulasi, dan perkemihan pada laki-laki.

Terkait reproduksi, studi dari British Journal of Sport Medicine juga menemukan bahwa laki-laki yang rutin berolahraga setidaknya 15 jam seminggu memiliki sperma lebih banyak daripada laki-laki yang malas berolahraga.

Olahraga juga bisa menjaga kondisi psikologis seseorang, baik laki-laki maupun perempuan. Perbaikan suasana hati, pencegahan depresi dan kecemasan menjadi hal-hal yang dimungkinkan terjadi dengan melatih tubuh secara reguler.

Tentunya, kondisi psikologis menjadi faktor signifikan yang menentukan apakah seseorang mendapatkan kepuasan seks atau tidak. Semakin stres atau depresi dia, semakin kecil potensinya untuk menikmati bercinta dengan sang pasangan.(Tri)