Wednesday, 19 September 2018

142 Kg Sabu Dibungkus Teh Cina Disita dari Jaringan Internasional

Kamis, 7 September 2017 — 20:00 WIB
Sabu dibungkus kemasan teh cina disita polisi

Sabu dibungkus kemasan teh cina disita polisi

JAKARTA (Pos Kota) – Direktorat Tindak Pidana (Ditipid) Narkotika Mabes Polri menggagalkan penyelundupan 142 kilogram sabu asal Malaysia yang akan dibawa masuk ke Indonesia. Lima terduga pelaku yang merupakan sindikat internasional diamankan petugas.

Tersangka MS, 31, SW, 24, MN, 50, SD alias DIN, 41 dan AK alias Ade, 34, memiliki peran masing-masing dalam peredaran tersebut, mulai dari pengendali, kurir, hingga penerima.

Direktur Ditipid Narkotika Mabes Polri, Brigjen Eko Danianto mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi adanya peredaran sabu jaringan Internasional sindikat Malaysia-Aceh-Medan. “Dari laporan itu langsung kami tindak-lanjuti dengan melakukan penyelidikan mendalam,” katanya, Kamis (7/9).

Hingga akhirnya, kata Eko, Jumat (5/8) pihaknya mencium akan masuknya sabu yang dibawa oleh MS dan SW. Keduanya ditangkap saat tengah mengantar paket shabu ke Dusun V Tanjung Gusta, Sunggul, Deli Serdang, Medan. “Dari tangan pelaku, kami menyita 5 kilogram shabu yang baru diambilnya dari Aceh,” ujarnya.

Tak berhenti disitu, kata Brigjen Eko, pengembangan terus dilakukan pihaknya. Dimana pada Jumat (25/8) petugas mengarah ke Jalan Besar Deli Tua, Medan, Sumatera Utara. “Ditempat itu kami meringkus MN yang merupakan kurir yang kala itu membawa shabu sebanyak 3 kilogram,” tambahnya.

Terakhir, lanjut Eko, Jumat (31/8) pihaknya menangkap SD alias DIN, di Jalan Platina Titi Papan, Medan. Dan selanjutnya petugas meringkus AK alias Ade yang merupakan pengendali dalam penyelundupan shabu tersebut. “Dari tangan pengendali, kami menemukan ratusan kilogram sabu yang disimpan di kemasan bungkus teh Cina,” ujarnya.
Dalam menjalankan aksinya, a pelaku berupaya mengelabui petugas dengan menyimpan sabu di bagasi mobil. Pasalnya, seluruh sabu yang ditemukan di tiga mobil berbeda. “Semua sabu tersimpan rapi di bagasi mobil,” tutur Eko.

Dipaparkan Eko, dari m mobil Honda HRV BK 1243 EB, pihaknya menemukan 32 paket sabu. Selanjutnya, dari mobil Honda CRV BK 1717 EB, ditemukan 59 paket sabu. “Di mobil Nissan X-Trail BK 1988 JF, kami juga menemukan 43 paket sabu. Sehingga total barang bukti yang ditemukan sebanyak 142 kilogram,” ungkapnya.

Atas kasus penyelundupan narkotika tersebut,a pelaku akan dijerat dengan undang-undang narkotika No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman untuk pelaku penjara seumur hidup maksimal hukuman mati. (Ifand)