Thursday, 20 September 2018

Lagi Penegak Hukum Kena OTT KPK, KY Pertanyakan Pembinaan MA

Kamis, 7 September 2017 — 16:07 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Terus berulangnya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap jajaran penegak hukum, menunjukkan hal ini bukan lagi oknum, tapi ada sistem pembinaan yang tidak berjalan di Mahkamah Agung (MA).

“Sebulan kemarin, panitera pengganti di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan sudah di-OTT oleh KPK, hari ini publik terhentak OTT terhadap hakim dan panitera di Bengkulu, ” kata Juru bicara Komisu Yudisial (KY) Farid Wajdi di Jakarta, Kamis (7/9).

Farid menambahkan hal semacam itu bukan tahun ini saja terjadi. Bahkan pada 2016 dari catatan KY terdapat 28 orang aparat pengadilan (hakim, panitera dan pegawai lainnya) juga terjerat OTT KPK.

“Kenapa disebut bukan oknum, karena kejadian ini terus berulang dan rentang waktu yang tidak terlaku jauh. Ini juga membuktikan sistem pengawasan MA terhadap sekitar 7600 orang hakim dan 22.000 aparatur pengadilan serta 840 pengadilan tidak berjalan dengan baik.”

Fadid berhadap dengan berbagai kejadian itu, Pimpinan MA dapatmemimpin upaya bersih-bersih dan pembenahan internal. ” MA harus mampu meyakinkan dirinya dan publik bahwa perbuatan merendahkan profesi dan lembaga peradilan adalah perbuatan tercela dan juga biang pengkhianatan yang mesti dicari jalan ke luarnya,” jelasnya. (ahi)