Saturday, 23 September 2017

Menunggu Transportasi Terintegrasi

Kamis, 7 September 2017 — 5:20 WIB

PEMPROV DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi kini menjajaki kerjasama pengintegrasian antarmoda transportasi publik. Langkah ini bagian meningkatkan layanan transportasi untuk masyarakat di dua daerah itu.

Pembangunan transportasi publik yang serba terintegrasi bisa berupa angkutan Bus Transjakarta, Kereta Rel Listrik (KRL) maupun jenis angkutan lainnya. Mewujudkan transportasi publik terintergrasi, Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat dan Walikota Bekasi Rahmat Effendi sedang menggodoknya.

Kabar ini tentu saja mengundang perhatian publik. Meski terkesan masih meraba model moda transportasi apa yang akan dihadirkan tapi upaya itu tetap menarik.

Moda transportasi terintegrasi Jakarta-Bekasi memang sudah seharusnya dihadirkan. Selain meningkatkan layanan masyarakat di sektor angkutan umum, pengintegrasian antarmoda transportasi Jakarta dengan daerah penyangga itu bisa mengurangi kemacetan, terutama di ibukota.

Data Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), pada tahun 2015 saja, seharinya perjalanan yang masuk dari Bekasi ke Jakarta mencapai 571 kendaraan. Kondisi ini tentu saja membuat lalu lintas di ibukota bertambah padat.

Kemacetan di Jakarta tentu menghilangkan potensi pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan catatan perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, akibat waktu yang terbuang karena terjebak macet sehingga tidak bisa melakukan kegiatan produktif, maka Rp39, 9 triliun yang seharusnya bisa diraih menjadi melayang.

Karena itu, upaya Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi merancang adanya moda transportasi terintegrasi Jakarta-Bekasi sebagai langkah positif. Bahkan seharusnya moda transportasi terintegrasi bukan sebatas Jakarta-Bekasi tapi lebih luas lagi yakni Jakarta-Bodetabek.

Menghadirkan moda transportasi terintegrasi bukan saja tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta dan pemangku jabatan di daerah penyangga semata, pemerintah pusat pun harus turun tangan. Presiden Jokowi sebaiknya segera mengumpulkan gubernur DKI Jakarta dan kepala daerah penyangga untuk merumuskan moda transportasi terintegrasi Jabodetabek.

Bila transportasi Jabodetabek sudah terintegrasi bukan saja memudahkan warga mendapatkan pelayanan murah dan nyaman tapi bisa megurangi kemacetan, terutama di Jakarta. Warga Bodetabek yang bekerja di Jakarta kelak bisa meninggalkan kendaraannya dan beralih naik angkutan umum. Kini publik menunggu moda transportasi terintegrasi. @*