Friday, 20 October 2017

Tidak Dimasukkan ke Garasi Rumah, Mobil Bakal Diderek

Kamis, 7 September 2017 — 16:28 WIB
Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat

Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat

JAKARTA (Pos Kota) – Pemilik mobil di Jakarta khususnya yang tidak memiliki garasi di rumahnya patut cemas. Pasalnya kendaraan yang diparkir di jalan umum meski di depan rumahnya akan diderek petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar mensosialisasikan Perda DKI Jakarta Nomor 5 tahun 2014 tentang Transportasi. Khususnya Pasal 140 yang mengatur ketentuan pemilik kendaraan bermotor harus memiliki garasi.

“Salah satunya tentang kewajiban bagi yang punya kendaraan roda empat mobil itu sanggup menyediakan garasi karena banyak yang belum paham bahwa salah satu persyaratan mendapatkan STNK itu adalah kesanggupan surat pernyataan keterangan bahwa yang bersangkutan mempunyai garasi,” tandas Djarot di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (7/9/2017).

Dalam Pasal 140 disebutkan, 1) Setiap orang atau badan usaha pemilik Kendaraan Bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi. (2) Setiap orang atau badan usaha pemilik Kendaraan Bermotor dilarang menyimpan Kendaraan Bermotor di ruang milik Jalan.

(3) Setiap orang atau badan usaha yang akan membeli Kendaraan Bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi untuk menyimpan kendaraannya yang dibuktikan dengan surat bukti kepemilikan garasi dari Kelurahan setempat. (4) Surat bukti kepemilikan garasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi
syarat penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andriyansyah menyatakan perda tersebut disosialisasikan kembali sebagai pengendalian pertumbuhan kendaraan bermotor, khususnya mobil di Jakarta.

“Itu kan semuanya muaranya untuk ajak masyarakat gunakan angkutan umum massal. Jadi tidak hanya pembatasan lalin, tapi juga pembatasan kepemilikan harus diatur,” kata Andri.

Andri menegaskan akan memberikan sanksi bagi kendaraan yang diparkir di jalan meski dalam pemukiman warga. Andri mengaku sudah mendapatkan protes dalam penegakan perda tentang transportasi itu.

“Begitu diparkirkan di badan jalan itu harus kita derek. Itu yang di protes kenapa di pemukiman di derek,” tegas Andri.

Pernyataan ini juga pernah dikeluarkan oleh Basuki Tjahja Purnama atau Ahok ketika masih mejabat Gubernur DKI Jakarta. Nyatanya hingga Ahok mundur karena masuk penjara, tidak pernah direalisasikan. (ikbal)