Sunday, 18 November 2018

Trotoar, ya Trotoar!

Kamis, 7 September 2017 — 6:19 WIB
trotoar

BELUM tahu bagaimana bentuk trotoar di Jakarta yang digambarkan bakalan bisa dilalui wanita pemakai sepatu hak tinggi, dan para penyandang cacat. Tapi, bisa dibayangkanlah, itu trotoar kalau pun tidak sebagus catwalk, tapi pastilah nyaman bagi pejalan kaki, begitu?

Pertama, trotoar tanpa gangguan pedagang kaki lima dan sepeda motor? Kedua, trotoar itu bakalan indah dipandang mata, orang bisa lewat tanpa takut diseruduk kendaraan, dan tentu saja nyaman.

Masih terasa kan, bagaimana kalau jalan di trotor? Para pejalan kaki harus mengalah, atau sama sekali tak bisa menginjak trotoar karena penuh dengan barang dagangan dan para pembeli?
Lalu kemana para pedagang Kaki-5 mengegelar dagangannya setelah meninggalkan lapak trotoar? O, tentu saja harus dibantu menata ulang mereka, agar nyaman juga tuh berdagang dengan tertib, bahwa tidak harus menggunakan trotoar yang selama ini berubah fungsi.

Hemmm, ngomong-ngomong untuk nembangun trotoar yang bagus tentu dengan biaya yang nggak kecil. Kabarnya, untuk Jakarta Utara saja, mencapai Rp40 miliar lebih?

Tidak ingin mencampuri bagaimana cara megelola uang sebanyak itu. Tapi, ini barangkali harapan masyarakat, bahwa jangan sampai dana segitu malah dicabik-cabik, dan tidak menghasilkan pembangunan yang diinginkan. Trotoar indah dan nyaman hanya impian, karena dananya tercecer?

Banyak yang bilang, sebagian orang nggak bisa melihat uang? Bawaannya gatel aja? -massoes