Monday, 20 November 2017

Eka Putra Wirya Tak Kenal Lelah Membina Catur

Jumat, 8 September 2017 — 0:54 WIB
Eka Putra Wirya. (prihandoko)

Eka Putra Wirya. (prihandoko)

TOKOH satu ini, Eka Putra Wirya identik dengan catur Indonesia. Pertama kali ditunjuk sebagai Chef de Mission tim catur Indonesia pada Olimpiade Manila 1992, dia memperkenalkan pelatih asing untuk Pelatnas. Hasilnya Indonesia mengukir prestasi lumayan di ajang tersebut.

Eka Putra berpandangan prestasi orang tidak harus dengan memanjakannya. Semisal, baru mulai menunjukkan prestasi hebat, buru-buru dihujani bonus oleh berbagai pihak.

Akan lebih baik, seandainya “hadiah” bagi atlet berprestasi berupa kesempatan. Bisa berupa kesempatan untuk bertanding lebih banyak di luar negeri, atau bahkan dipertandingkan dengan atlet-atlet hebat kelas dunia dalam sebuah pertandingan yang digelar di negeri sendiri.
“Beri mereka pancing, bukan ikan,” kata Eka Putra, kemarin.

Menurut Eka Putra, bukan berarti dirinya tidak menghargai prestasi yang sudah dicapai. Tapi dirinya lebih senang memberikan ‘hadiah’ untuk atlet itu dengan memberikan kesempatan bertanding dengan level yang lebih baik.

“Saya lebih senang memberikan kesempatan betanding karena itu akan lebih sangat berharga ketimbang memberikan hadiah berupa uang atau barang mewah,” jelas Eka Putra.

Semangat Eka Putra itu juga diterapkan ketika dirinya membina pecatur muda Indonesia. Sederet nama seperti Susanto Megaranto dan Irene yang kini telah menjadi pecatur handal Indonesia, pernah merasakan buah pembinaan yang diterapkan Eka Putra.

Eka Putra selalu mendatangkan pecatur kelas dunia untuk bertanding melawan pecatur Indonesia demi mematangkan kemampuan ilmu catur yang dimiliki Susanto dan Irene kala itu.

Eka Putra punya keyakinan ‘berduel’ melawan pecaturkelas dunia, menjadikan pecatur Indonesia akan dapat menaikan level ilmu caturnya , sehingga ke depan akan tumbuh menjadi pecatur kelas dunia.

KEYAKINAN

Eka Putra pun meneruskan keyakinan dirinya itu hingga kini. Ia yang kini berada di belakang layar kepengurusan PB Percasi, tetap menjaga keseriusan membina pecatur muda Indonesia dengan mematangkan kemampuan lewat duel berkelas dunia atau internasional.

“Kita harus asah kemampuan pecatur kita dengan mendatangkan pecatur kelas dunia untuk tanding dengan mereka di Indonesia. Ini jauh lebih banyak manfaatnya karena atlet kita dapat menimba ilmu. Pecatur kita akan bertambah matang dengan terobosan tersebut ,” kata Eka Putra.

Eka Putra tak pernah menciut semngatnya untuk melahirkan pecatur andal Indonesia. Hingga kini pun ia selalu berada di belakang layar untuk menghadirkan program demi memetangkan pecatur-pecatur andal Indonesia untu bisa mencetak prestasi internasional demi mengharumkan bangsa dan negara. (prihandoko/ds)