Saturday, 23 September 2017

Mantapkan Kesimpulan, Pansus Angket KPK Minta Diperpanjang

Jumat, 8 September 2017 — 9:28 WIB
Anggota Pansus KPK Ahmad Sahroni dari Partai Nasdem.(Ist)

Anggota Pansus KPK Ahmad Sahroni dari Partai Nasdem.(Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Angket DPR RI tentang Pelaksanaan Tugas dan Kewenangan KPK, meminta kerja pansus diperpanjang.

Dia menilai perjalanan kerja Pansus selama tiga bulan, masih harus memantapkan kesimpulan atau rekomendasi, untuk diputuskan DPR.

“Tidak ada salahnya bila kerja pansus diperpanjang. Pasalnya, banyak sekali perbaikan untuk KPK dan  demi penguatan pemberantasan korupsi di masa mendatang. Dengan diperpanjangnya pansus, pastinya akan banyak hasil yang didapat,” kata Anggota Pansus angket DPR RI, Ahmad Sahroni , Jumat (8/9/2017).

Menurut pria yang juga anggota Komisi III dari Fraksi Partai NasDem, perpanjangan pansus ini juga perlu dilakukan, karena masih ada kekurangan waktu dari kerja Pansus. Salah satunya adalah untuk menginvestigasi didalam tubuh KPK.

“Masih ada hal-hal apa saja yang patut nanti dijadikan bahan rekomendasi,” ujar Sahroni.

Sahroni mengatakan, selama KPK berdiri sejak 2002, pastinya ada hal lain apa saja yang bisa diketahui dan sepenuhnya sampai hari ini diperoleh dari kerja Pansus.

Meski begitu ia menyayangkan pimpinan KPK justru selalu tak hadir setiap dipanggil dengan dalih menyebut Pansus Ilegal. “Padahal putusan PTUN jelas mengatakan bahwa Pansus Angket KPK itu legal,” ungkapnya.

Menurutnya, pimpinan KPK mestinya datang saja untuk duduk bersama. Tidak perlu membuat opini di publik, seolah olah DPR itu menghambat. “Kalau memang tidak ada apa-apa mestinya datang dan bicara, duduk bersama dengan baik untuk kelangsungan KPK ke depan agar makin hebat dan kuat,” tambahnya.

Atas semua permasalah itu, Sahroni menyarankan agar kerja dari Pansus KPK ini dapat disetujui oleh anggota lainnya. Sementara dengan rekomendasi yang didapat akan dihasilkan dan sia-sia. “Bilamana dibutuhkan untuk mendapatkan hasil rekomendasi yang bagus sebaiknya dilanjutkan,” kata Sahroni.

Sebelumnya, Anggota Pansus Angket KPK Fraksi Golkar Bambang Soesatyo mengklaim, hingga saat ini Pansus sudah menyelesaikan 80 persen tugasnya. Selain itu, menurut dia, pansus juga sudah menemukan sejumlah bukti untuk membuat kesimpulan yang akan dibahas dalam rapat Paripurna.

Setelah dibahas dalam rapat paripurna, rekomendasi Pansus Angket KPK akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Pansus Angket KPK terbentuk 5 Juni lalu, berdasarkan UU No 17/2014 tentang MD3 Pasal 206, panitia angket melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada rapat paripurna DPR paling lama 60 (enam puluh) hari sejak dibentuknya panitia angket. (Ifand/tri)