Saturday, 23 September 2017

Selamatkan KPK

Jumat, 8 September 2017 — 5:18 WIB

GEMPURAN terhadap Komisi Perberantasan Korupsi (KPK) tidak pernah berhenti. Ini tentu tak terlepas dari sikap agresif lembaga anti-rasuah ini memberantas praktik korupsi. Eksekutif, legislatif, yudikatif, pengusaha nakal dan kalangan lainnya yang terbiasa kongkalikong merasa terancam.

Berulangkali muncul upaya-upaya menggembosi KPK dengan berbagai siasat. Antara lain upaya memangkas habis kewenangan KPK, termasuk menghilangkan kewenangan penyadapan, melalui RUU KUHAP. Berkali-kali juga kegaduhan terjadi akibat gesekan dengan institusi lainnya. Contohnya, kasus ‘cicak-buaya’ jilid I dan II yang sempat membuat hubungan KPK dan Polri memanas.

Kini KPK menghadapi dua hantaman. Pertama, lembaga penegak hukum ini tengah berhadapan dengan legislatif, yaitu Pansus Hak Angket KPK. Pansus DPR dicurigai tengah berupaya melakukan pembusukan dan penggembosan. Kedua, konflik internal yang berujung ke ranah hukum. Seperti diketahui, penyidik utama KPK, Novel Baswedan dilaporkan seniornya ke kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik.

Gesekan dengan pihak luar, hingga konflik internal, ditengarai tidak terlepas dari rasa gerah pihak tertentu yang tidak menginginkan korupsi di negeri ini dikikis habis. Seperti strategi peperangan, KPK tidak cuma diserang dari luar, tapi juga dirontokkan dari dalam. Pelemahan KPK terjadi begitu sistematis. Ini patut disadari semua pihak.

Konflik terbuka di tubuh KPK yang kini menjadi konsumsi publik, tentu amat disayangkan. Bagi masyarakat, kehadiran KPK ibarat oase di tengah padang pasir. Publik merindukan lembaga penegak hukum yang berintegritas, kredibel, berani dan tegas. Dan ini sudah dibuktikan. Sejak KPK lahir pada 2002, sudah trilyunan rupiah duit negara terselamatkan.

Tapi bagi pejabat nakal, aparat curang dan pejabat bermental maling, lahirnya KPK tentu sebuah petaka besar. Kegaduhan baik di dalam maupun dengan pihak luar, membuat koruptor tepuk tangan, dan bisa jadi berupaya mengipas-ngipas dan mengompori.

Kisruh internal harus segera disudahi. Jangan kecewakan masyarakat yang selama ini mengawal dan selalu siap membela lembaga ini dari tangan-tangan kokoh yang mencoba merontokkan kewibawaan KPK. Masyarakat juga harus punya sikap yang sama, menolak segala upaya yang bertujuan menghancurkan lembaga penegak hukum. Ayo selamatkan KPK. **