Saturday, 23 September 2017

Diduga Terlantarkan Pasien, Rumah Sakit Harus Diberi Sanksi

Minggu, 10 September 2017 — 9:48 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Gebong Warsono.(ikbal)

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Gebong Warsono.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Dinas Kesehatan DKI harus  memanggil manajemen RS MK Kalideres, terkait  dugaan penelantaran pasien hingga meninggal dunia.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Gebong Warsono juga berharap Dinas Kesehatan memberikan sanksi atas peristiwa tersebut.

“Atas kejadian itu Dinas Kesehatan harus memberikan sanksi kepada rumah sakit itu,” ujar Gembong di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (10/9/2017).

Menurut Gembong, meski belum bermitra dengan BPJS Kesehatan, RS MK Kalideres  harus tetap mendahulukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Rumah sakit swasta jangan memilih-milih pasien untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga.

“Rumah sakit itu yang pertama tujuannya adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tanpa mempertanyakan duitnya dulu. Yang harus ditanya kan penyakitnya apa, bukan duitnya berapa,” imbuh Gembong.

Sebelumnya, pasien bayi bernama Debora, meninggal di RS MK Kalideres, Jakarta Barat pada Minggu (3/9/2017). Orang tua Debora mengaku pihak rumah sakit tidak memberikan pelayanan kesehatan maksimal padahal Debora yang membutuhkan pelayanan kesehatan di pediatric intensive care unit (PICU).

Rumah sakit tidak segera memasukkan Debora ke PICU karena orang tua Debora saat itu baru dapat membayar uang muka Rp5 juta, sedangkan pihak rumah sakit meminta Rp19 juta.

Karena RS MK Kalideres tidak segera memberi pelayanan Debora di PICU,  hingga akhirnya bayi Debora meninggal dunia di rumah sakit tersebut. (ikbal)