Friday, 16 November 2018

Ada Proyek di Jembatan Teuku Umar, Tangerang Rekayasa Lalu Lintas

Senin, 11 September 2017 — 15:54 WIB
Kadishub memberi keterangan seputar rekayasa lalin didampingi pejabat terkait dan Kabag Humas Pemkot Tangerang, Felix Mulyawan. (Awang)

Kadishub memberi keterangan seputar rekayasa lalin didampingi pejabat terkait dan Kabag Humas Pemkot Tangerang, Felix Mulyawan. (Awang)

TANGERANG (Pos Kota) – Terkait penyelesaian proses pembangunan Jembatan Teuku Umar dan peninggian badan jalan GJA – Teuku Umar sepanjang kurang lebih 200 meter, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang melakukan rekayasa lalu lintas, 16 September hingga 15 Oktober 2017.

Hal tersebut diungkapkan Kadishub Kota Tangerang Saiful Rohman kepada wartawan, Senin (11/9). “Jalan Teuku Umar menjadi satu arah menuju Shinta, Perumnas dan Cimone,” katanya.

Jalan alternatif yang dapat digunakan bagi lalu lintas kendaraan dari arah Bandara – Jalan Daan Mogot –  Sudirman/ Tangcity yang melintas Cikokol menuju ke Jalan Imam Bonjol diarahkan melalui jalan MH Thamrin.

Sselanjutnya berputar arah di  U-Turn Argo Pantes/Transmart melintas ke arah Jalan Jembatan Lim Soei Liong/Baru menuju ke Jalan Imam Bonjol atau via tol Jakarta – Merak.  Bagi kendaraan sejenis  Bus dan Truk diarahkan via tol Jakarta – Merak.

Lalu lintas kendaraan dari arah Shinta  yang menuju ke Palem Semi / Lippo adalah sebagai berikut :  Bagi kendaraan mobil penumpang dan sepeda motor diihimbau menggunakan jalan di kawasan Perumnas  (Jalan beringin – Kavling Pemda).  Bagi kendaraan sejenis  Bus dan Truk diarahkan melalui jalan MH, Thamrin selanjutnya via tol Jakarta – Merak.

Dishub juga menghimbau, operator / awak kendaraan truk kontainer yang berencana melintas di ruas jalan Imam Bonjol dan Teuku Umar untuk dapat beroperasi pada jam-jam tidak sibuk ataupun pada malam hari.Dan untuk Bus Kota/ Transjabodetabek yang memiliki trayek Jakarta – Tangerang via Islamic/ Palem Semi untuk sementara waktu beroperasi dengan dua alternatif.

Pertama,  armada bus kota untuk tetap melayani penumpang sampai dengan Terminal Poris Plawad namun apabila armada bus kota yang akan melayani penumpang hanya sampai kawasan Palem Semi sebagai alternatif kedua, maka bus tersebut wajib memasang papan informasi sesuai tujuan akhir.

Hal tersebut dilakukan agar calon penumpang tetap terlayani dan tidak dirugikan dengan adanya rekayasa lalu lintas ini. “Mudah-mudahan penutupan jalan dapat selesai sebelum satu bulan. Setelah itu alur akan kembali normal. Dan kami harap semua operator transportasi dapat mendukung dan bekerja sama dengan baik,” tutup Saiful Rohman. (Awang/win)