Sunday, 23 September 2018

Digagalkan Pengiriman Tempurung Kura dan Tanduk Rusa ke Tiongkok

Senin, 11 September 2017 — 18:32 WIB
Kapolres AKBP Sabilul Alif menunjukkan barang bukti tempurung kura-kura dan tanduk rusa. (imam)

Kapolres AKBP Sabilul Alif menunjukkan barang bukti tempurung kura-kura dan tanduk rusa. (imam)

TANGERANG (Pos Kota) – Polres Kota Tangerang membongkar perdagangan satwa ilegal ke Tiongkok. Sebanyak 1.000 dus berisi tempurung kura-kura dan 200 koli tanduk rusa berhasil diamankan petugas.

Terbongkarnya kasus tersebut dari penggerebekan di sebuah gudang di Desa Talaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Sabtu (9/9/2017). Dalam penggerebekan yang dilakukan Timsus Polres Kota Tangerang itu, petugas mengamankan pemilik gudang, seorang wanita 63 tahun.

“Timsus Polresta Tangerang melakukan pemeriksaan gudang yang diduga dijadikan tempat pengumpulan sejenis satwa dan tanaman obat yang dilindungi yang siap ekspor,” kata Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif, Senin (11/9/2017).

Selain mengamankan barang bukti berupa tempurung kura-kura dan tanduk rusa, kata Kapolres, pihaknya juga menyita 100 karung berisi Kapulaga, 53 dus Tunjung Langit, dan 1000 dus bahan baku cincau.

“Rencananya, barang-barang itu akan diekspor ke Tiongkok. Alhamdulillah berhasil kita gagalkan pengirimannya,” ucap Sabilul Alif.

Kapolres menjelaskan, aksi yang dilakukan perempuan asal Jakarta Barat ini merugikan ekosistem hewan yang dilindungi. “Dugaan diambil dari papua atau Indonesia bagian Timur,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Peneggakkan Hukum Pidana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, M Yunus mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut perihal upaya penyelundupan tempurung kura-kura dan tanduk rusa ini.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Polri khususnya Polresta Tangerang atas pengungkapan kasus ini,” ungkap Yunus.

Bila terbukti melanggar, Sulastri terancam melanggar Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Hayati Pasal 21 dan Pasal 40. “Ancaman hukumnya di atas 5 tahun penjara,” tukasnya. (imam/yp)