Thursday, 23 November 2017

Jangan Mentang-mentang

Senin, 11 September 2017 — 6:39 WIB
butur

DALAM ikatan suami istri, lelaki adalah kepala keluarga. Tapi, bukan berarti harus mentang-mentang. ”Saya pemimpin di dalam keluarga ini, siapapun kalian, apakah istri dan anak. Pokoknya saya bisa seenaknya ngatur kalian, atau saya mau berbuat apa kek, itu urusan saya. Saya ini pemimpin, tahu?”

Begitu sebaliknya, bahwa istri juga bisa disebut sebagai kepala ibu rumahtangga. Seorang ibu mengatur semua urusan dalam negeri yang disebut negeri keluarga. Juga tak bisa seenaknya, mengatur sang suami.

“Bapak, kalau sudah jadi pejabat, saya mau rumah yang mewah, mobil mewah, pembantu dan sopir yang banyak, buat mengurus semua keperluan Mama!”

Nah, celakanya ada juga sih, wanita atau istri yang bisa menguasai sang suami. Suami kalah dalam segala hal. Kalah bicara, kalah pisik, kalah pengaruh, sampai-sampai sang istri, selain memaki juga menganiaya. Suami dimaki dan dipukul?

Ini sudah masuk KDRT, kekerasan dalam rumah tangga. Siapa pun yang melakukan, dengan kata-kata atau pisik terhadap istri, suami atau anak, sekali lagi, itu KDRT!

Jadi stoplah! Kalau Anda merasa di atas, dan bisa berbuat apa saja, kapada orang terdekat, maka hentikan. Karena, ini akan menimbulkan masalah. Jangan kira, orang yang lemah akan menerima begitu saja ketika mendapat penganiayaan. Ada yang namanya penumpukan emosi yang mejadi dendam!

Kalau sudah tak terbendung, maka orang yang dendam akan melakukan apa saja, termasuk membunuh. Sasarannya bisa juga orang terdekat, suami, istri dan anak atau orang tua! Banyak kasus yang begitu, bukan? Makanya jangan mentang-mentang! –massoes