Sunday, 24 September 2017

Perang Tanding KPK dan DPR Dianggap Es, Perlu Dibekukan?

Senin, 11 September 2017 — 6:31 WIB
masinton

PERANG tanding KPK-DPR semakin seru saja. Masinton Pasaribu mengibaratkan, KPK itu buah durian nan wangi, tapi banyak ulatnya. Beda lagi dengan Henry Yosodiningrat, karena dinilai KPK tak berjalan dengan baik, bekukan saja. Memangnya segampang itu membekukan KPK, dianggap es batu apa?

Meski KPK itu lembaga independen, tapi dia adalah mitra pemerintah dalam memberantas korupsi. Di sinilah anehnya, PDIP dan Golkar yang katanya partai pendukung pemerintah, tapi getol sekali nggepuki (menghajar) KPK, mentang-mentang Presiden Jokowi selalu bilang: Pemerintah takkan intervensi.

Bermula dari banyaknya anggota DPR yang terlibat dalam kasus e-KTP, Pansus KPK jadi lari ke mana-mana, melompat-lompat, terkesan hanya mencari kesalahan KPK, untuk dijadikan alasan mematikannya. Yang ke LP Sukamiskin lah, yang datangkan pakar hukumlah; yang kesemuanya itu untuk membenarkan langkah angket KPK.

Begitu banyak yang mengecam dan mengkritik, tapi DPR bergeming, karena merasa di jalan yang paling benar. Anggota Pansus dari PDIP, Masinton Pasaribu, menganalogikan bahwa KPK itu durian. Berbau wangi, tapi banyak ulatnya, sehingga perlu dibersihkan.

Tapi Masinton lupa bahwa DPR sendiri banyak “ulat”-nya. Jika dia menganalogikan sebagai wanginya durian, ternyata memang tidak semua anggota DPR suka dengan wanginya durian KPK tersebut. Kalau bisa, tak usahlah ada KPK, toh Kejaksaan dan Polri sudah meningkat kinerjanya.

Sekarang ketahuan aslinya DPR. Dari mulut anggota Pansus lainnya, Henry Yosodiningrat terungkap, DPR bisa saja membekukan KPK manakala kinerjanya masih seperti ini. Pendapat ini langsung didukung oleh Fahri Hamzah musuh bebuyutan KPK selama ini. Katanya, jangan hanya dibekukan, bubarkan saja sekalian.

Semudah itu membekukan KPK, memangnya es batu dalam kulkas? Kata ICW, itu cara berpikir yang keliru. DPR tak punya wewenang membekukan apalagi membubarkan KPK. Maklumlah, Henry kan baru pertama kali ini jadi anggota DPR. -slontrot