Saturday, 25 November 2017

Rencana Demo, RS Mitra Keluarga Kalideres Dijaga Polisi

Senin, 11 September 2017 — 12:47 WIB
Petugas gabungan melakukan penjagaan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.(yendhi)

Petugas gabungan melakukan penjagaan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.(yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Petugas gabungan kepolisian dari Polres Metro Jakarta Barat, Polsek Kalideres, TNI melakukan penjagaan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, Senin, (11/8/2017).

Hal tersebut berkaitan dengan adanya rencana unjukrasa dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Keadilan.

Dari pantauan poskotanews.com, hingga pukul 12:00 WIB belum ada tanda-tanda dari massa yang hendak melakukan demo. Namun, petugas tetap bersiaga disekitar lokasi rumah sakit.

Kapolsek Kalideres Kompol Efendi, SH saat turun langsung memimpin kegiatan mengatakan, sebenarnya pihaknya belum menerima surat pemberitahuan adanya aksi tersebut.

“Kalau surat pemberitahuan memang belum ada, tapi tetap kita lakukan pengamanan, jangan sampai kalau ada malah mengganggu ketertiban umum,” kata Efendi saat ditemui dilokasi.

Dalam kegiatan ini, lanjut Efendi, kurang lebih sebanyak 49 personel yang dikerahkan untuk berjaga disekitar Rumah Sakit Mitra Keluarga.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Kalideres mengimbau kepada masyarakat yang merasa dirugikan pihak rumah sakit agar melaporkan ke kepolisian.

“Kita dari polisi kan menunggu laporan dari pihak yang merasa dirugikan. Kalau memang ada unsur pidananya nanti kami akan melakukan penyelidikan,” tuturnya.

Di satu sisi ia berharap kepada masyarakat agar menyalurkan aspirasinya ke instansi terkait bukan di rumah sakit yang merupakan fasilitas umum.

Dari informasi yang diperoleh, demo sendiri bertujuan untuk meminta kepada pemerintah agar mencabut izin Rumah Sakit Mitra Keluarga yang diduga melanggar UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 32.

Selain itu, Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres Jakarta Barat diduga tidak mau ikut menyukseskan program pemerintah melaksanakan Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dengan belum melakukan kerjasama dengan BPJS (Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial) sehingga membuat salah satu pasiennya, Debora, kurang mendapat pelayanan maksimal dan akhirnya meninggal dunia.

Sebelumnya, pasien bayi bernama Debora, meninggal di RS MK Kalideres, Jakarta Barat pada Minggu (3/9/2017). Orang tua Debora mengaku pihak rumah sakit tidak memberikan pelayanan kesehatan maksimal padahal Debora membutuhkan pelayanan kesehatan di pediatric intensive care unit (PICU).

Rumah sakit tidak segera memasukkan Debora ke PICU karena orang tua Debora saat itu baru dapat membayar uang muka Rp5 juta, sedangkan pihak rumah sakit meminta Rp19 juta.

Dengan alasan tersebut RS MK Kalideres tidak memberi pelayanan Debora di PICU hingga akhirnya Debora meninggal dunia di rumah sakit tersebut.
(yendhi/sir)